Jakarta, CNN Indonesia --
Partai Demokrat mengeluarkan penjelasan mengenai pengaitan nama Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam unggahan nan beredar di media sosial di tengah pengusutan kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Demokrat menegaskan AHY tidak mempunyai hubungan dengan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya nan belakangan mengaku telah menyebut lebih dari 20 nama kepada penyidik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Klarifikasi itu disampaikan menyusul beredarnya unggahan nan mencantumkan frasa '2 orang kolonel usulan AHY' dalam daftar nama nan dikaitkan dengan kasus tersebut.
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyatakan AHY tidak mengenal sosok Sony Sonjaya. Menurut dia, AHY juga tidak pernah berjumpa maupun berkomunikasi dengan nan bersangkutan.
"Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tidak mengenal Saudara Sony Sonjaya. AHY tidak pernah berjumpa maupun berkomunikasi dengan Saudara Sony Sonjaya," kata Herzaky dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6).
"AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, ataupun meminta support kepada Saudara Sony Sonjaya mengenai program SPPG maupun urusan lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung," kata imbuhnya.
Ia juga menyoroti bahwa unggahan tersebut tidak menjelaskan siapa nan dimaksud dengan frasa 'AHY' maupun '2 orang kolonel'. Namun, andaikan nan dimaksud adalah Agus Harimurti Yudhoyono selaku ketua umum Partai Demokrat, Herzaky menyebut pengaitan tersebut tidak mempunyai dasar fakta.
Menurut Herzaky, frasa '2 orang kolonel usulan AHY' tidak dapat dikaitkan dengan AHY lantaran tidak didukung kebenaran nan dapat diverifikasi.
"Karena itu, frasa '2 orang Kolonel usulan AHY', jika nan dimaksud menyangkut Agus Harimurti Yudhoyono, maka perihal tersebut dapat dipastikan sebagai tuduhan dan sama sekali tidak mengandung kebenaran," ujarnya.
Dalam kesempatan sama, Herzaky menyatakan Partai Demokrat tetap menghormati kebebasan pers dan mendukung kerja jurnalistik nan profesional.
Namun, dia berambisi setiap info nan menyebut nama perseorangan maupun lembaga disampaikan secara akurat, berimbang, dan berasas kebenaran nan telah terverifikasi.
"Partai Demokrat menghormati kebebasan pers dan mendukung kerja jurnalistik nan profesional. Namun, kami berambisi setiap info nan menyebut nama perseorangan maupun lembaga disampaikan secara akurat, berimbang, dan berasas kebenaran nan terverifikasi," kata Herzaky.
Sebelumnya, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya mengusulkan diri sebagai justice collaborator (JC) dalam perkara dugaan korupsi tata kelola program MBG.
Kuasa norma Sony, Krisna Murti, mengatakan pengajuan JC dilakukan untuk membantu interogator mengungkap pihak-pihak lain nan diduga terlibat dalam perkara tersebut. Menurut dia, dalam pemeriksaan nan telah dijalani, Sony telah menyebut lebih dari 20 nama nan diduga berangkaian dengan kasus itu.
Dalam perkara tersebut, Kejaksaan Agung telah menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka.
Penyidik menduga terjadi penyimpangan dalam tata kelola program MBG, termasuk penunjukan mitra SPPG nan tidak memenuhi syarat serta penggelembungan nilai dalam sejumlah pengadaan barang.
(del/wis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·