Seorang polisi wanita (polwan) dilaporkan pingsan dan mulutnya mengeluarkan darah saat mengamankan demonstrasi mahasiswa di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa (5/5). Aksi tersebut digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Timur.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polresta Samarinda, Kompol Zarma, mengatakan polwan tersebut terkena lemparan batu dari arah pendemo.
“Ada polwan nan terkena lemparan hingga sempat pingsan. Selain itu, beberapa personil kami juga mengalami luka akibat lemparan dan tindakan dari massa,” kata Zarma kepada wartawan.
Selain polwan tersebut, sedikitnya lima personel kepolisian mengalami luka-luka. Beberapa di antaranya mengalami luka robek di bagian wajah dan tubuh akibat barang keras nan dilemparkan.
Zarma juga mengungkapkan bahwa tiga personil kepolisian sempat tertarik ke dalam kerumunan massa dan mengalami kekerasan fisik. Namun, dia memastikan kondisi seluruh personel nan terluka saat ini sudah mendapatkan penanganan medis.
“Alhamdulillah, tidak ada nan luka berat. Semua sudah ditangani oleh tim medis di Polres,” katanya.
Dalam pengamanan tindakan ini, Polresta Samarinda mengerahkan sekitar 250 personel Polri nan dibantu Satpol PP dan unsur lainnya, sehingga total mencapai sekitar 400 personel gabungan.
Menurut Zarma, abdi negara sejak awal telah mengedepankan pendekatan persuasif agar tindakan melangkah damai. Namun, situasi berubah ketika terjadi tindakan saling lempar nan tidak terkendali.
“Kami sudah berupaya maksimal menjaga kondusivitas. Namun, ada lemparan-lemparan nan memicu situasi menjadi tidak terkendali,” jelasnya.
PMII Sebut Ada Kadernya Terluka
Ketua Umum PKC PMII Kalimantan Timur, Muhammad Said Abdillah, mengakui adanya kericuhan dalam tindakan tersebut dan menyayangkan kejadian nan terjadi.
Ia menyebut sejumlah kader PMII juga mengalami luka, apalagi satu di antaranya kudu mendapatkan perawatan intensif.
“Ada empat kader kami nan luka, satu sampai kudu dijahit di bagian kepala,” ungkapnya.
Said menjelaskan, tindakan tersebut digelar untuk menyampaikan aspirasi kepada Gubernur Kalimantan Timur, termasuk tuntutan mengenai transparansi kebijakan dan pengelolaan aset daerah.
Pasca-insiden, situasi di sekitar Kantor Gubernur Kalimantan Timur berangsur kondusif. Aparat tetap berjaga untuk mengantisipasi adanya demonstrasi susulan.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·