Delegasi ASEAN-ID Blue Pelajari Praktik Ekonomi Biru di Banyuwangi

Sedang Trending 3 hari yang lalu

, BANYUWANGI, – Delegasi peserta forum internasional ASEAN-ID Blue melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Rabu, untuk mempelajari langsung praktik pengembangan ekonomi biru berbasis masyarakat. Kunjungan ini difokuskan pada dua letak utama, ialah Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng dan area konservasi Bangsring Underwater.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa kunjungan ini menjadi kesempatan berbobot bagi para delegasi untuk memandang gimana masyarakat Banyuwangi menerjemahkan konsep ekonomi biru ke dalam tindakan nyata. Praktik nan dipelajari mencakup hilirisasi sektor perikanan hingga upaya konservasi laut terpadu.

ASEAN-ID Blue merupakan forum internasional nan diinisiasi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia berbareng Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru (MFAT). Forum ini mempertemukan negara-negara ASEAN, personil East Asia Summit (EAS), dan personil Pacific Islands Forum (PIF) untuk berbagi praktik terbaik pengembangan ekonomi biru.

Hilirisasi Perikanan di KNMP Lateng

Di KNMP Lateng, para delegasi mempelajari praktik hilirisasi sektor perikanan nan dijalankan berbasis koperasi. Ipuk menjelaskan bahwa koperasi ini konsentrasi pada pengembangan produk berbobot tambah dari hasil laut, nan secara langsung mendukung perekonomian masyarakat pesisir setempat.

Model upaya ini dinilai bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan mengolah hasil tangkapan menjadi produk nan mempunyai nilai jual lebih tinggi, tidak sekadar dijual mentah.

Konservasi dan Ekowisata Bangsring Underwater

Kunjungan dilanjutkan ke Bangsring Underwater, sebuah area nan sekarang menjadi contoh sukses konservasi laut berbasis masyarakat. Para delegasi memandang langsung praktik rehabilitasi terumbu karang dan pengembangan ekowisata nan dikelola oleh golongan masyarakat pesisir.

Ipuk menuturkan bahwa area Bangsring sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat praktik penangkapan ikan nan destruktif. Kini, berkah upaya konservasi nan gigih, area tersebut beralih bentuk menjadi destinasi ekowisata unggulan sekaligus area perlindungan ekosistem laut.

Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri, Zelda Wulan Kartika, menegaskan bahwa masa depan ekonomi biru di area ASEAN bakal sangat ditentukan oleh praktik-praktik di tingkat lokal seperti nan dikembangkan di Banyuwangi. Ia menilai bahwa koperasi nelayan, UMKM, serta golongan konservasi memegang peranan krusial dalam menerjemahkan komitmen kerja sama antarnegara menjadi faedah nyata bagi masyarakat.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional