Deddy Sitorus PDIP Siapkan Langkah Hukum soal Polemik Ucapan Sirkus

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Deddy Sitorus menyiapkan langkah norma mengenai polemik ucapan 'sirkus' nan disampaikannya di ruang rapat Komisi II pada Kamis (30/7).

Deddy mengaku tidak masalah dengan langkah Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) nan melaporkannya ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mengenai pernyataan nan diduga menghina wartawan itu.

"Silakan saja, itu kewenangan mereka. Nanti juga bakal ketahuan siapa yg berbohong dan memfitnah. Saya juga sedang menyiapkan langkah-langkah norma untuk masalah ini," kata Deddy saat dihubungi, Jumat (31/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam keterangan sebelumnya, Deddy membantah telah menghina wartawan. Ia mengaku menghormati pekerjaan wartawan beserta perannya sebagai salah satu pilar krusial dalam kehidupan demokrasi.

"Saya sangat menyayangkan munculnya tuduhan bahwa saya menghina pekerjaan wartawan, terlebih tuduhan tersebut disampaikan kepada publik tanpa adanya konfirmasi alias penjelasan kepada saya terlebih dahulu. Tuduhan tersebut tidak sesuai dengan apa nan sebenarnya saya sampaikan," ujar Deddy.

Ia mengatakan pernyataan nan disampaikan dalam rapat adalah "Pimpinan, minta ruangan ditertibkan, banyak sekali nan berdiri di sini, padahal ada ruangan anjungan di atas. Sudah seperti sirkus kita ini."

Menurutnya, kalimat tersebut merujuk pada situasi ruang rapat nan saat itu dipenuhi orang-orang nan berdompol dan berdiri di tengah ruangan ketika rapat sedang berlangsung.

"Pernyataan itu sama sekali tidak ditujukan kepada wartawan maupun golongan alias perseorangan tertentu. Hal ini dapat dibuktikan melalui rekaman video rapat maupun keterangan para peserta rapat nan hadir," ujarnya.

Ia mengaku tidak menghalangi wartawan untuk meliput. Menurutnya, rapat kerja di Komisi II berbareng dengan pemerintah terbuka dan boleh dihadiri oleh wartawan maupun masyarakat.

"Saya berambisi setiap info nan disampaikan kepada publik hendaknya didasarkan pada kebenaran nan telah diverifikasi serta didahului dengan upaya konfirmasi kepada pihak nan berkepentingan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman," ujarnya.

Wakil Ketua Bidang Administrasi KWP, Erwin Syahputra Siregar sebelumnya menyatakan pihaknya telah melampirkan sejumlah peralatan bukti untuk memperkuat laporan tersebut.

Ia menyebut laporan itu disampaikan lantaran Deddy tidak meminta maaf atas pernyataannya.

"Tadi kami lampirkan juga, selain surat laporan, itu kami lampirkan juga video pernyataannya beliau nan menyatakan 'sirkus' di aktivitas rapat Komisi II kemarin," ujarnya.

(yoa/gil)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional