Ilustrasi(Dok DBL Indonesia )
DBL Indonesia menjalin kerjasama baru menjelang musim 2026/2027 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem olahraga pelajar nan telah dibangun selama lebih dari dua dekade. Kerja sama tersebut menghadirkan AQUA sebagai mitra hidrasi dalam rangkaian aktivitas DBL sekaligus mitra utama kejuaraan DBL Dance. Kolaborasi itu mempertemukan dua lembaga nan sama-sama mempunyai rekam jejak panjang dalam menjangkau generasi muda. DBL telah mengembangkan kejuaraan basket dan beragam aktivitas pendukung bagi pelajar sejak 2004.
Direktur DBL Indonesia, Masany Audri, menilai kehadiran sponsor baru relevan dengan karakter peserta nan terlibat dalam ekosistem DBL. Menurutnya, aktivitas para pelajar di kejuaraan basket maupun dance menuntut kondisi bentuk nan prima dan pengelolaan keseimbangan antara akademik serta aktivitas nonakademik.
"Semoga musim depan liga ini bakal lebih terasa segar. Tentu kerjasama ini sangat relevan untuk mendukung kebutuhan anak-anak muda untuk berkarya dan berekspresi," kata Masany di Jakarta, Sabtu (13/6).
“Anak-anak di DBL adalah generasi nan sangat aktif. Mereka berlatih keras di lapangan, menyiapkan penampilan terbaik di atas panggung, hingga memberikan support penuh dari tribun. Dalam aktivitas seperti itu, menjaga hidrasi menjadi perihal nan penting,” ujar Masany.
Kolaborasi tersebut juga mempunyai keterkaitan erat dengan perkembangan DBL Dance nan terus menjadi salah satu kejuaraan tari pelajar terbesar di Tanah Air. DBL Dance menunjukkan pertumbuhan dari tahun ke tahun. Kompetisi tersebut melibatkan ratusan tim dan lebih dari 10 ribu peserta dari beragam wilayah setiap musimnya. Pada 2018, DBL Dance juga mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kejuaraan tari dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia.
Marketing Director AQUA, Adisti Nirmala, mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari support terhadap aktivitas generasi muda nan aktif berkompetisi dan berkarya di lingkungan sekolah. Pihaknya menilai semangat kerjasama tersebut sejalan dengan upaya membangun kebiasaan hidup sehat dan keahlian mengelola tekanan nan kerap dihadapi anak muda dalam beragam aktivitas.
“Kami mau menjadi support system bagi generasi muda nan terus berupaya memberikan jenis terbaik dari dirinya lewat DBL," ucap Adisti.
Sejumlah talenta nan sekarang berkecimpung di industri intermezo juga pernah menimba pengalaman dari arena DBL Dance, di antaranya Dita Karang dan Christy Gardena dari grup No Na. Valencia Stephanie Hadasaah, alumnus peserta DBL Dance dari SMA IPEKA Puri Jakarta, menilai kejuaraan tersebut memberikan pengalaman nan lebih luas dibanding sekadar arena perlombaan.
“Atmosfer kejuaraan DBL Dance itu meriah. Kami bangga bisa tampil di depan banyak penonton dan menjadi bagian dari DBL. Sebab selain berkompetisi, kami juga mendapatkan banyak pengalaman berbobot dan berjumpa teman-teman baru dari beragam sekolah,” katanya. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·