DBD Mewabah di Tapteng Sumut: 251 Orang Terjangkit, 4 Meninggal

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Medan, CNN Indonesia --

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan signifikan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut). Sepanjang Januari hingga April 2026, tercatat sebanyak 251 kasus dengan empat orang meninggal dunia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid, membenarkan adanya lonjakan kasus DBD di Tapteng setiap bulannya.

"Memang ada peningkatan jumlah kasus DBD di Tapanuli Tengah, tetapi pada umumnya tetap bisa dikendalikan," kata Hamid kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hamid merinci, pada Januari 2026 terdapat 32 kasus dengan satu pasien meninggal dunia. Jumlah itu naik menjadi 43 kasus pada Februari. Selanjutnya pada Maret tercatat 66 kasus dengan satu pasien meninggal, lampau meningkat tajam pada April menjadi 110 kasus dengan dua pasien meninggal dunia.

"Wilayah kerja Puskesmas Pandan menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi," paparnya.

Dinas Kesehatan Sumut berbareng Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah telah membentuk tim penanganan lintas organisasi perangkat wilayah (OPD). Tim itu juga melibatkan support dari Pemerintah Provinsi Sumut serta koordinasi dengan Kemenkes RI.

"Sudah kami laporkan ke Kementerian Kesehatan. Kami juga menurunkan tenaga surveilans dan epidemiolog untuk membantu Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah dalam penanganan kasus ini," ujarnya.

Menurut Hamid, DBD merupakan penyakit nan disebabkan virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk. Karena itu, upaya utama nan kudu dilakukan adalah memutus rantai penularan dengan meningkatkan kebersihan lingkungan.

"Kami masyarakat menjalankan langkah pencegahan melalui aktivitas 3M Plus, ialah menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang alias menyingkirkan barang-barang nan berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk," sebutnya.

Selain itu, penduduk juga diminta rutin memeriksa keberadaan jentik nyamuk di lingkungan sekitar dan menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

"Kami terus mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan menjaga pola hidup bersih dan sehat," katanya.

Terkait dugaan kaitan lonjakan kasus DBD dengan musibah alam nan sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Tapteng, Hamid mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan perihal tersebut.

"Apakah ada hubungan dengan musibah sebelumnya, tentu itu perlu kajian lebih lanjut. Saat ini konsentrasi kami adalah penanganan kasus dan langkah antisipasi agar tidak semakin meluas," ujarnya.

Hamid memastikan akomodasi jasa kesehatan di Tapanuli Tengah tetap bisa menangani pasien DBD. Stok obat-obatan juga disebut tetap mencukupi, ditambah adanya support obat dari Kementerian Kesehatan.

"Untuk stok obat obatan tetap bisa diatasi. Namun kami juga sudah ingatkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah andaikan ada kendala-kendala mengenai dengan penyediaan obat ataupun hal-hal lainnya agar disampaikan sesegera mungkin," ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu telah menetapkan wilayah Tapteng menjadi status tanggap darurat musibah non alam kejadian luar biasa DBD selama 28 hari mulai 27 April - 25 Mei 2026.

(fnr/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional