Daya Saing RI Turun Menurut IMD, Begini Respons Airlangga

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto buka bunyi soal posisi Indonesia di IMD World Competitiveness nan turun ke-48, dari sebelumnya berada di posisi ke-40.

Airlangga mengatakan pihaknya bakal mencermati lebih lanjut dari turunnya posisi Indonesia.

"Nanti kita teliti lagi masalahnya di mana. Kan kita ada persiapan untuk tim di-bottlenecking. Jadi kita bakal lihat saja dari sana," kata Airlangga saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (24/6/2026).

Namun, menurutnya, daya saing Indonesia tetap cukup menarik, terutama di sektor energi.

"Sebetulnya daya saing per hari ini kan nan menjadi concern para penanammodal itu energi. Nah, mengenai energi, stabilisasi daripada suplai listrik, tentu negara kita dianggap iklimnya baik jika daya sebagai prasarana utama untuk apapun, apakah itu untuk manufaktur, apakah itu untuk sektor transportasi, jasa," lanjut Airlangga.

Apalagi, daya baru terbarukan (EBT) Indonesia sedang diminati, sehingga daya saing tetap cukup baik.

"Kebetulan Indonesia sedang diminati lantaran kita punya renewable energy. Nah, tentu kita bakal pick and choose saja jika nan masalah ini. Toh, ini juga kemarin dalam review, termasuk juga dengan sektoral di OECD maupun dengan beragam negara lain, kita mendapatkan beberapa rumor nan muncul. Nah, isunya enggak terlalu beda sebetulnya," tegasnya.

Sebelumnya, Institute for Management Development (IMD) melaporkan posisi Indonesia dalam ranking World Competitiveness turun menjadi ke posisi 48, dari sebelumnya di posisi ke-40 pada 2025.

Padahal dua tahun sebelumnya Indonesia sempat mencatatkan pencapaian terbaik sepanjang keikutsertaannya dalam pemeringkatan tersebut dengan menduduki posisi ke-27 pada 2024.

Berdasarkan laporan tersebut, Indonesia menghadapi lima tantangan utama pada tahun ini, antara lain meningkatnya konfrontasi ekonomi dunia nan menakut-nakuti ketahanan daya nasional.

"Konfrontasi ekonomi dunia menakut-nakuti ketahanan daya nasional," ungkap riset IMD, dikutip Rabu (24/6/2026).

Selain itu, IMD juga menilai pertumbuhan ekonomi nan relatif stagnan, penyesuaian alokasi anggaran pemerintah, keterbatasan prasarana dan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta terbatasnya sumber pembiayaan juga menjadi tantangan pada 2026.

Data IMD menunjukkan perjalanan daya saing Indonesia dalam lima tahun terakhir bergerak cukup fluktuatif.

Indonesia berada di posisi ke-44 pada 2022, kemudian naik menjadi ranking ke-34 pada 2023, lampau mencapai posisi tertinggi di ranking ke-27 pada 2024. Namun, setelah itu Indonesia turun ke posisi ke-40 pada 2025 dan kembali keturunan ke ranking ke-48 pada 2026.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News