Daya Beli Hewan Kurban di Kota Tasikmalaya Turun 50 Persen Jelang Idul Adha 2026

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Daya Beli Hewan Kurban di Kota Tasikmalaya Turun 50 Persen Jelang Idul Adha 2026 Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara meninjau kebutuhan hewan kurban di sejumlah lapak penjulan berbareng Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Kodim 0612 Tasikmalaya, Polres Tasikmalaya Kota dan Kejaksaan.(MI/Kristiadi)

PEMERINTAH Kota Tasikmalaya berbareng tim campuran dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), Kejaksaan, Kodim 0612, dan Polres Tasikmalaya Kota melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lapak penjual hewan kurban, Kamis (21/5). Pemeriksaan ini difokuskan pada antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, menyatakan bahwa pemeriksaan kesehatan dan kepantasan hewan menjadi prioritas utama menjelang Idul Adha 1447 H/2026. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, seluruh hewan nan diperiksa dinyatakan bebas dari indikasi penyakit menular.

"Kami memandang peternakan di sejumlah lapak, semua hewan tidak ditemukan PMK termasuk LSD. Persiapan matang sangat krusial untuk memastikan hewan kurban memenuhi hukum Islam dan standar kesehatan," ujar Diky Candra di sela-sela peninjauan.

Daya Beli Anjlok 50 Persen

Meski kondisi kesehatan hewan terjaga, info menunjukkan adanya penurunan signifikan pada sisi ekonomi. Diky mengungkapkan bahwa daya beli masyarakat tahun ini mengalami penurunan drastis hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Perbandingan Stok Hewan Kurban Kota Tasikmalaya:

Jenis Hewan Tahun 2025 Tahun 2026
Sapi 3.310 ekor 1.532 ekor
Domba/Kambing 452 ekor 340 ekor

“Daya beli masyarakat tahun ini terlihat berkurang. Tercatat sapi saat ini 1.532 ekor dan domba 340 ekor, sementara tahun lampau sapi mencapai 3.310 ekor. Namun, kami memprediksi ada kemungkinan permintaan meningkat mendekati hari H,” tambah Diky.

Jaminan Label Sehat (S)

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kota Tasikmalaya, Cecep Kustiawan, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan intensif selama dua minggu terakhir. Pemeriksaan dilakukan langsung ke kandang-kandang peternak untuk memastikan setiap hewan mempunyai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

"Semua hewan nan telah diperiksa dan dinyatakan sehat diberi tanda unik berupa label 'S' (Sehat). Kami pastikan tidak ada indikasi PMK maupun LSD di wilayah Kota Tasikmalaya," tegas Cecep.

Selain pengawasan di lapak penjual, Pemerintah Kota Tasikmalaya juga telah menyiagakan Rumah Potong Hewan (RPH) nan beraksi sesuai hukum Islam untuk melayani masyarakat nan mau melakukan penyembelihan dengan standar higienis dan halal. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia