Pesawat wisata Aerodiana jatuh dan terbakar di Nazca, Peru, menewaskan 11 turis Eropa dan 2 kru(Viory)
SEBANYAK 13 orang tewas setelah sebuah pesawat wisata jatuh dan terbakar saat melayani penerbangan di atas situs arkeologi Garis Nazca, wilayah Ica, Peru, Sabtu (1/8). Menanggapi tragedi tersebut, Pemerintah Peru resmi menghentikan sementara seluruh operasional maskapai penerbangan Aerodiana.
Kementerian Transportasi dan Komunikasi Peru menegaskan bahwa Aerodiana wajib menghentikan operasinya "sampai penyelidikan selesai untuk memverifikasi kepatuhan perusahaan terhadap peraturan, prosedur, dan persyaratan operasional penerbangan nan berlaku."
Korban tewas terdiri dari 11 visitor asal Eropa, tujuh penduduk Italia, dua penduduk Spanyol, dan dua penduduk Jerman, serta dua kru pesawat berkebangsaan Peru. Pesawat jenis Cessna 208B Grand Caravan dengan registrasi OB-2001 tersebut jatuh di lahan pertanian sektor Pueblo Viejo, sekitar dua kilometer dari lapangan terbang Nazca, sekitar pukul 13.00 waktu setempat usai lepas landas dari Bandara Pisco.
Sebelum jatuh, kru sempat melaporkan hambatan teknis kepada menara pengawas.
"Ada panggilan dari pesawat nan mengindikasikan bahwa mereka mengalami masalah mekanis," kata Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pariwisata Peru, Rogers Valencia, di letak kejadian.
Kepala Kepolisian Regional Ica, Jenderal Raul Roque Palomino, menyatakan tim darurat dan tim forensik telah diterjunkan untuk mengamankan letak serta mengevakuasi jenazah korban ke bilik jenazah Nazca.
"Kami di sini berbareng Kantor Kejaksaan Publik dan perwakilan Kedokteran Forensik. Kami memindahkan dan menjalankan protokol nan sesuai, memprioritaskan dan berupaya mengidentifikasi (jenazah korban)," ujar Palomino.
Palomino menambahkan bahwa personel investigasi pidana dan master kriminalistik dikerahkan untuk membantu Badan Penyelidik Kecelakaan Udara mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri dan Pariwisata Peru berkoordinasi dengan kedutaan besar negara-negara korban untuk mendampingi family nan ditinggalkan.
Menanggapi musibah ini, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni turut menyampaikan belasungkawa.
"Atas nama pemerintah Italia dan atas nama saya pribadi, saya menyampaikan belasungkawa nan terdalam kepada orang-orang nan mereka cintai di masa duka nan mendalam ini," tulis Meloni melalui platform X.
Dalam pernyataan tertulisnya sebelum izin operasional dibekukan, pihak Aerodiana menyampaikan duka cita mendalam dan kesiapannya untuk kooperatif.
"Selama 18 tahun beroperasi, kami selalu menjaga komitmen nan teguh terhadap keselamatan penumpang dan kru kami. Oleh lantaran itu, kejadian ini sangat memukul kami dan menegaskan kembali kesiapan kami untuk bekerja sama dengan tanggung jawab penuh," terang pihak maskapai.
Kawasan situs warisan bumi UNESCO ini diketahui telah beberapa kali mengalami kecelakaan pesawat wisata fatal. Insiden serupa pernah terjadi pada 2022 nan menewaskan tujuh orang, serta pada 2010 nan merenggut enam nyawa. (CNN/Viory/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·