Data BPS: Dari 1.000 Bayi yang Lahir Hidup, 14–15 Meninggal Sebelum Usia 1 Tahun

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Data BPS: Dari 1.000 Bayi nan Lahir Hidup, 14–15 Meninggal Sebelum Usia 1 Tahun. Foto: Natalia Deriabina/Shutterstock

Dari setiap 1.000 bayi yang lahir hidup di Indonesia, sekitar 14–15 bayi meninggal sebelum berumur 1 tahun. Angka tersebut berasas hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 nan tercantum dalam info BPS 2026.

Angka Kematian Bayi (IMR) Indonesia tercatat sebesar 14,12 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Angka ini menjadi salah satu parameter krusial untuk memandang derajat kesehatan masyarakat dan kualitas pelayanan kesehatan di suatu wilayah.

Namun, nomor kematian bayi di Indonesia tetap menunjukkan kesenjangan nan cukup besar antarwilayah.

Papua Pegunungan Catat Angka Tertinggi

Ilustrasi ruangan bayi di rumah sakit. Foto: Thinkstock

Berdasarkan info BPS, Papua Pegunungan mencatat Angka Kematian Bayi tertinggi, ialah 37,04 kematian per 1.000 kelahiran hidup.

Selanjutnya, Papua Selatan mencatat 34,49, Papua Tengah 34,32, Papua Barat 33,58, dan Papua Barat Daya 27,20 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Sementara itu, provinsi dengan nomor kematian bayi terendah adalah DKI Jakarta, ialah 9,26 kematian per 1.000 kelahiran hidup.

Kemudian disusul DI Yogyakarta sebesar 9,80, Jawa Tengah 10,88, Bali 11,51, dan Jawa Timur 11,84. Dengan komparasi tersebut, akibat kematian bayi di Papua Pegunungan nyaris empat kali lipat dibandingkan DKI Jakarta.

Kematian Bayi di Wilayah Indonesia Masih Timpang

Kesenjangan juga terlihat berasas wilayah. Provinsi-provinsi di Pulau Jawa secara umum mempunyai nomor kematian bayi di bawah rata-rata nasional.

Ilustrasi bayi. Foto: banjongseal324SS/Shutterstock

Sebaliknya, area Papua, Maluku, Sulawesi, dan Nusa Tenggara condong mempunyai nomor di atas rata-rata nasional.

Disparitas juga terlihat di dalam satu kawasan. Di Pulau Sulawesi, misalnya, Gorontalo mencatat nomor kematian bayi sebesar 26,12 per 1.000 kelahiran hidup. Sementara Sulawesi Utara mempunyai nomor lebih rendah, ialah 15,75.

8–9 Bayi Meninggal Sebelum Usia 28 Hari

Selain nomor kematian bayi, BPS juga mencatat Angka Kematian Neonatal (NMR) sebesar 8,95. Artinya, dari setiap 1.000 bayi nan lahir hidup, sekitar 8–9 bayi meninggal sebelum mencapai usia 28 hari.

NMR menjadi salah satu parameter krusial lantaran periode neonatal merupakan fase paling rentan dalam kehidupan bayi. Angka ini juga mencerminkan kondisi kesehatan ibu dan bayi, pelayanan persalinan, serta pelayanan kesehatan bagi bayi baru lahir.

Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Vad-Len/Shutterstock

BPS menggunakan sejumlah parameter untuk menggambarkan kematian pada usia dini, ialah Angka Kematian Neonatal (NMR), Angka Kematian Bayi (IMR), Angka Kematian Anak (CMR), dan Angka Kematian Balita (U5MR).

NMR merujuk pada kematian bayi usia 0–28 hari, IMR pada kematian bayi sebelum usia 1 tahun, CMR pada kematian anak usia 1–4 tahun, sedangkan U5MR menggambarkan kematian anak sebelum berumur 5 tahun.

Berbagai parameter tersebut digunakan untuk memandang kondisi kesehatan masyarakat sekaligus kualitas pelayanan kesehatan di masing-masing wilayah.

Data BPS ini menunjukkan bahwa meski nomor kematian bayi secara nasional dapat diukur, tantangan di setiap wilayah tetap berbeda. Kesenjangan antarwilayah menjadi salah satu perihal nan perlu diperhatikan dalam upaya menekan nomor kematian bayi dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

kumparan post embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan