Dasco Sebut Opsi Ambang Batas Parlemen 5 Persen Belum Final

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad angkat bunyi soal pertemuan para ketua umum partai koalisi pemerintah nan disebut telah menyepakati opsi kenaikan ambang pemisah parlemen menjadi 5 persen.

Dasco mengatakan pertemuan tersebut hanya brainstorming alias obrolan awal dan bakal dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah, brainstorming itu baru dalam tahap awal dan bakal terus bersambung agar kemudian pembahasan fraksi-fraksi di DPR dapat melangkah lancar," ujar Dasco di kompleks parlemen, Kamis (17/9).

Karena tetap tahap awal, Dasco memastikan opsi kenaikan 5 persen belum final. Dia bilang, pihaknya tetap bakal memandang dinamika ke depan sembari mendengar masukan dari beragam pihak.

"Jadi jika brainstorming itu kan belum ada penentuan. Jadi hasil diskusi-diskusi itu kira-kira ya antara lain seperti nan disampaikan Pak Sugiono itu, gitu," katanya.

Saat ini, lanjut Dasco, DPR juga tetap bakal terus menyerap aspirasi dari beragam pihak, sebelum RUU Pemilu resmi dibahas.

"Sambil juga kami dari partai menunggu juga hasil partisipasi publik dari Komisi II DPR nan kemudian pra pembahasan terus kemudian meminta partisipasi publik," katanya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Sugiono membenarkan berita pertemuan para ketua umum partai koalisi. Dia bilang semua partai koalisi telah menyepakati opsi periode pemisah di nomor 5 persen.

Menurut Sugiono, koalisi berambisi agar sejumlah poin perubahan dalam RUU, membikin pemilu ke depan lebih efektif dan efisien. Pihaknya juga mau agar pemilu tetap bisa merepresentasikan bunyi rakyat.

"Satu perihal nan sepertinya semua sepakat tapi saya kira saya tidak bisa berbincang atas nama partai-partai lain. Tapi Gerindra juga sepakat soal PT 5 persen. Seperti juga kemarin Golkar juga menyampaikan ya, PKS juga menyampaikan dan saya kira itu nan kita sepakati," katanya kemarin.

(thr/wis)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional