Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan pandangannya dalam rakernas KSPI, di Hotel Accacia, Jakarta Pusat, Selasa (23/6). Dasco menyinggung soal Said Iqbal, Presiden KSPI, nan sekarang berasosiasi dengan pemerintahan sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.
Dasco menjelaskan, perihal ini bukan upaya melemahkan KSPI, justru memberi kesempatan KSPI agar bisa memberikan buahpikiran lebih sigap dan efektif ke presiden.
"Tadi sudah disampaikan bahwa Presidennya itu kemudian turut andil dalam bagian pemerintahan, bukan kemudian KSPI menjadi lemah, tetapi kemudian KSPI malah tambah keras untuk memberikan masukan kepada pemerintah, memberikan ide-ide kreatif, kritik nan membangun untuk kesejahteraan pekerja dan pekerja Indonesia," kata Dasco.
Dasco menjelaskan, dengan bergabungnya Said Iqbal, sejumlah obrolan sudah terjadi. Beberapa perihal telah mereka bahas, dan dia menyatakan tak ada sesuatu nan tak bisa dibicarakan.
"Kami banyak obrolan dengan Bung Said Iqbal, kami banyak obrolan dengan Pak Menaker. Segala sesuatu tidak ada nan tidak bisa kita tuntaskan jika kita kemudian duduk bersama, kita bicarakan," katanya.
Meski presidennya telah jadi penasihat unik bagi istana, Dasco menyatakan bahwa KSPI tetap boleh turun ke jalan menyampaikan aspirasi.
"Ya jika sekali-sekali kemudian menyuarakan aspirasi pekerja di bawah itu kemudian kita mesti kemudian kudu ke jalan, asal tertib, enggak ada masalah," tutupnya.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·