Jakarta - Wali Kota (Walkot) Tangerang Sachrudin mengapresiasi Tim Peduli Aceh-Sumatera asal Kota Tangerang nan sukses merenovasi tiga masjid di Aceh pascabencana banjir.
Menurut Sachrudin, support pembaharuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat Kota Tangerang terhadap saudara-saudara di Aceh nan terdampak bencana.
"Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kehidupan masyarakat. Karena itu, ketika masjid kembali berdiri dan kembali digunakan, maka semangat masyarakat untuk bangkit juga ikut tumbuh," ujar Sachrudin, dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).
"Semoga support ini menjadi penguat ukhuwah dan membawa faedah bagi masyarakat Aceh," sambungnya.
Sebelumnya, pada Rabu (6/5), Tim Peduli Aceh-Sumatera dari Kota Tangerang meresmikan tiga masjid nan telah selesai direnovasi pascabencana banjir di Aceh.
Tiga rumah ibadah tersebut ialah Masjid Babulfalah dan Masjid At-Taqwa di Desa Mananggini, Kabupaten Aceh Tamiang; serta Masjid Madinah Japakeh di Kabupaten Pidie Jaya.
Peresmian tersebut menjadi bagian dari program pembaharuan 12 masjid terdampak banjir nan diwujudkan melalui kerjasama masyarakat Kota Tangerang berbareng Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, DPRD Kota Tangerang, MUI, BAZNAS, dan PPPA Daarul Qur'an serta Lintas Komunitas Kota Tangerang.
Meski baru diresmikan secara langsung pada Mei 2026, pembaharuan ketiga masjid tersebut sejatinya telah rampung sebelum Ramadan lalu.
Dengan demikian, masyarakat sudah dapat kembali memanfaatkan masjid untuk penyelenggaraan salat tarawih hingga salat Lebaran tahun ini.
Kehadiran Tim Peduli di Aceh bukan sekadar meresmikan gedung nan kembali berdiri, tetapi juga membawa pesan kuat tentang solidaritas, kepedulian, dan semangat bangkit berbareng pascabencana.
Dalam aktivitas tersebut, Syuaibun Anwar turut datang dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat Kota Tangerang terhadap penduduk Aceh nan terdampak banjir.
"Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Kota Tangerang nan telah membantu pembaharuan masjid-masjid terdampak banjir. Bantuan ini sangat berfaedah bagi masyarakat kami," ujar Syuaibun.
Sementara itu, Datuk Penghulu Kampung Mananggini Moh Jali mengaku terharu atas selesainya pembaharuan masjid di wilayahnya.
Jali mengenang kondisi masjid usai diterjang banjir nan sangat memprihatinkan.
"Waktu kejadian banjir, kondisi masjid sangat parah. Untuk masuk saja rasanya berat lantaran kerusakan begitu besar. Lumpur menimbun masjid sampai sekitar satu meter dan kami tidak tahu kudu mulai pembaharuan dari mana," ungkap Jali.
Menurutnya, support pembaharuan tersebut menjadi angan baru bagi masyarakat untuk kembali beragama dengan nyaman dan aman.
Ketua Tim Peduli Ika Lestari mengatakan tiga masjid nan diresmikan merupakan bagian dari 12 masjid nan direnovasi melalui support masyarakat Kota Tangerang.
"Ini bukan hanya tentang gedung masjid, tetapi juga tentang menghadirkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit pascabencana," kata Ika.
Senada, Bendahara Tim Peduli sekaligus Ketua Yayasan Daarul Qur'an Nusantara Anwar Sani menyampaikan musibah nan terjadi justru menghadirkan pelajaran besar tentang persaudaraan dan kepedulian.
"Tanpa adanya musibah ini, mungkin kami tidak sampai ke sini dan tidak berjumpa langsung dengan masyarakat Aceh. Musibah ini mempertemukan banyak hati untuk saling peduli dan membantu," ujar Anwar.
Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto menambahkan support tersebut menjadi simbol cinta dan solidaritas masyarakat Kota Tangerang untuk Aceh.
"Bantuan ini mungkin belum seberapa dibanding kebutuhan masyarakat, tetapi inilah corak cinta dan kepedulian masyarakat Kota Tangerang untuk saudara-saudara kami di Aceh," kata Turidi.
Di sela kunjungan tersebut, Tim Peduli juga meninjau langsung kondisi masyarakat penyintas nan hingga sekarang tetap berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.
Sejumlah persoalan seperti kebutuhan hunian, pendidikan, hingga pemulihan pesantren dan madrasah terdampak banjir tetap memerlukan perhatian bersama.
Karena itu, Tim Peduli memastikan upayanya untuk kembali menyalurkan support lanjutan sebagai corak support berkepanjangan bagi masyarakat Aceh pascabencana.
(hnu/ega)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·