Dari Penjual Kacang Jadi Juara Karate, Kisah Citra Nur Curi Perhatian Presiden Prabowo

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Dari Penjual Kacang Jadi Juara Karate, Kisah Citra Nur Curi Perhatian Presiden Prabowo Citra Nur, siswi Sekolah Rakyat(tangkapan layar YouTube TVR Parlemen)

PERJALANAN hidup Citra Nur, 10, siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 67 asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, berubah drastis dari anak nan nyaris putus sekolah hingga sukses mengukir prestasi sebagai juara karate tingkat kabupaten.

Ibu kandung Citra, Hajrah, menceritakan bahwa putrinya tumbuh dalam keterbatasan dan sempat berada di titik terendah saat sang ayah meninggal bumi akibat penyakit diabetes, sementara dirinya mengalami disabilitas dan bekerja sebagai penyapu masjid.

Demi membantu ekonomi family serta menghindari perundungan di sekolah terdahulu akibat kondisi bentuk sang ibu, Citra sempat memilih berakhir sekolah dan berkeliling berdagang kacang.

"Citra itu waktu bapaknya meninggal sedih sekali, lantaran dia dekat sama bapaknya. Sebelum meninggal, bapaknya sempat titip baju dan sepatu ke saya agar Citra tetap bisa sekolah," kata Hajrah, seperti dikutip dari keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Harapan Citra kembali tumbuh setelah berasosiasi di SRT 67 Pangkajene dan Kepulauan, tempat dia mendapatkan lingkungan pondok nan suportif hingga sukses meraih Juara II Karate Kabupaten Pangkep.

Wali Asuh SR Terintegrasi 67 Maysaroh mengaku bangga memandang perkembangan Citra nan sekarang jauh lebih percaya diri dan bisa berinteraksi positif dengan sesama siswa.

"Alhamdulillah, setelah di Sekolah Rakyat, Citra sudah bisa berinteraksi dengan baik dan memperlihatkan bakatnya di bagian karate hingga berprestasi," kata Maysaroh.

Kisah keteguhan Citra tersebut menarik perhatian Presiden Prabowo Subianto nan secara unik mengenalkannya saat menyampaikan Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengapresiasi semangat Citra nan nyaris putus sekolah lantaran kudu bantu perekonomian family dengan berdagang kacang namun bisa berprestasi, meraih juara beladiri karate tingkat kabupaten.

"Citra umurmu berapa? 10 tahun, kelak 10 tahun lagi kau kelak baru boleh pacaran, setelah sabuk hitam karatemu ya," pesan Kepala Negara dalam sela pidatonya.

Selain itu, Presiden bangga dengan capaian para siswa Sekolah Rakyat lainnya, seperti tujuh siswa SR Makassar nan menjuarai kejuaraan akademik wilayah dan Ismu Kuarmida dari SR Polewali Mandar nan menjadi personil Paskibraka Nasional 2026.

Presiden menegaskan prestasi para siswa tersebut membuktikan anak-anak dari family kurang bisa dapat mencapai prestasi tinggi jika diberikan kesempatan dan pengarahan nan tepat.

"Kami di sini untuk memastikan Anda punya masa depan dan kesempatan nan baik, tidak ada satupun anak Indonesia nan kita tinggalkan. Negara memberikan support sesuai kebutuhan, bakat, dan kepintaran spesial mereka," kata Presiden Prabowo.

Sekolah Rakyat merupakan program prioritas nasional nan menyasar anak-anak dari family dengan tingkat kesejahteraan terendah nan berada pada Desil 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program sekolah berbasis pondok ini dirancang sebagai strategi pengentasan kemiskinan terpadu dengan mengintegrasikan pendidikan, kesehatan, gizi, dan pemberdayaan sosial ekonomi keluarga.

Dalam implementasinya, Sekolah Rakyat terhubung dengan beragam program pemerintah, antara lain Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), agunan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah bagi family siswa penerima manfaat. Integrasi tersebut bermaksud memastikan anak-anak dari family prasejahtera dapat belajar tanpa dibebani persoalan ekonomi dan kesehatan. (Ant/P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia