Gedung Danantara Indonesia.(MI/Susanto)
UPAYA transformasi pengelolaan aset negara nan dilakukan Badan Pengelola (BP) BUMN berbareng Danantara mulai menunjukkan hasil nyata. Melalui tata kelola nan lebih terintegrasi, strategi investasi nan disiplin, serta pengelolaan portofolio nan profesional, Danantara terus mendorong peningkatan nilai aset negara sekaligus memperkuat kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan, BUMN perlu terus menjaga profitabilitas melalui penguatan tata kelola dan peningkatan efektivitas operasional. Menurutnya, setiap aset dan modal nan dikelola kudu bisa bekerja secara optimal guna menciptakan nilai tambah nan berkepanjangan bagi negara dan masyarakat.
"BUMN kudu memastikan setiap aset dan modal nan dikelola bisa bekerja secara optimal untuk menciptakan nilai tambah nan berkepanjangan bagi negara dan masyarakat," ujar Dony beberapa waktu lalu.
Salah satu bentuk nyata peningkatan keahlian tersebut tercermin dari besarnya dividen nan dibagikan sejumlah BUMN kepada negara dan pemegang saham. PT Bank Mandiri Tbk, misalnya, menyetujui pembagian dividen sebesar Rp44,47 triliun alias setara 79% dari untung bersih Tahun Buku 2025. Nilai tersebut menjadi dividen tertinggi sepanjang sejarah perseroan dan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Dividen tersebut berasal dari untung bersih konsolidasi tahun 2025 nan mencapai Rp56,3 triliun. Kinerja positif Bank Mandiri ditopang oleh pertumbuhan penyaluran angsuran sebesar 13,4% secara tahunan menjadi Rp1.895 triliun, serta peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 23,9% menjadi Rp2.106 triliun.
Dari total dividen nan dibagikan, sebesar Rp9,3 triliun telah disalurkan lebih awal sebagai dividen interim pada Januari 2026, sementara sisanya bakal dibayarkan setelah penyelenggaraan RUPST.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyampaikan, pembagian dividen tersebut mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai optimal bagi negara dan seluruh pemegang saham tanpa mengurangi kapabilitas perusahaan untuk terus bertumbuh.
Dengan total dividen per saham mencapai Rp476,95 dan dividend yield sebesar 10,77% berdasarkan nilai saham saat RUPST, Bank Mandiri menjadi salah satu emiten perbankan dengan tingkat pengembalian dividen tertinggi di Indonesia.
"Keputusan pemegang saham mencerminkan kepercayaan atas esensial nan kami jaga dan arah pertumbuhan nan kami bangun," ujar Riduan.
BP BUMN dan Danantara menilai peningkatan profitabilitas BUMN bakal menjadi fondasi krusial dalam menjaga dan menumbuhkan kekayaan negara secara berkelanjutan. Melalui penerapan prinsip efektivitas, efisiensi, pemanfaatan teknologi, serta mitigasi akibat nan kuat, BUMN diharapkan bisa menghasilkan dividen nan semakin besar, meningkatkan nilai aset negara, dan memperkuat pembangunan ekonomi nasional. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·