Danantara Mau Beli Saham BEI, Bursa Bakal Dimiliki Pemerintah?

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyatakan minatnya untuk menjadi salah satu pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema demutualiasi. Minat ini pun telah disampaikan melalui Danantara Investment Management (DIM).

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani menyampaikan rencana tersebut saat ini tetap terus dimatangkan. Baik itu untuk besaran porsi nan bakal diambil Danantara maupun mengenai perihal lainnya.

Ia mengatakan pembahasan ini bakal melibatkan sejumlah pihak. Namun dia tidak menjelaskan perincian siapa saja nan juga ikut dalam pembahasan mengenai pengambilan porsi saham di BEI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, ini tetap kita bahas, kelak kita telaah bersama-sama bukan dengan Danantara saja," ujar Rosan singkat saat ditemui di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BPKM, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, membenarkan adanya minat Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) membeli saham bursa pengaruh melalui skema demutualisasi. Diketahui, demutualisasi merupakan perubahan status norma perusahaan tertutup menjadi perusahaan publik.

Skema ini menjadi petunjuk dari Undang-Undang (UU) tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) nan disahkan beberapa waktu lalu. Dalam UU tersebut, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan BPI Danantara, dimungkinkan menjadi pemegang saham BEI melalui demutualisasi.

Namun begitu, Jeffrey tak menyebut pasti porsi nan diajukan lantaran tetap menunggu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) tentang demutualisasi.

"Yang sudah menyampaikan minat, itu adalah BPI Danantara melalui DIM. Ya jadi untuk selanjutnya, untuk komunikasi kita bangun terus ya sembari menunggu POJK," ungkap Jeffrey kepada wartawan di gedung BEI, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Jeffrey mengatakan, BEI telah melakukan kajian mengenai demutualisasi bursa efek. Ia mengaku, skema demutualisasi ini dilakukan dengan mencontoh bursa Hong Kong, Singapura, Australia, hingga Malaysia.

"Kalau di kajian kita kan tentu kita memandang bursa-bursa nan sudah demutualisasi, ada Hong Kong, ada Singapura, ada Australia, ada Malaysia. Bursa-bursa nan memang sudah melakukan demutualisasi," jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Jeffrey juga mengungkap ada penanammodal potensial nan bakal membeli saham BEI. Ia menambahkan, pihak bakal menjaga independensi pasar modal kendati dilakukan demutualisasi.

"Adapun kepemilikan saham oleh pihak-pihak tersebut bakal tetap mempertahankan independensi Bursa Efek," ungkap Jeffrey dalam konvensi persnya secara virtual, Rabu.

(hrp/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance