Danantara Indonesia membentuk anak perusahaan baru berjulukan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) unik untuk menjadi pemegang saham sekaligus pengelola proyek waste to energy (WtE) alias Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Director of Investment at Danantara Investment Management, Fadli Rahman, mengatakan bahwa setiap unit PSEL memerlukan investasi Rp 2,5 triliun sampai Rp 2,8 triliun dengan struktur kepemilikan ialah 70 persen dipegang oleh mitra Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) dan sisanya oleh Denera.
Adapun badan upaya baru tersebut dibentuk melalui PT Danantara Investment Management (DIM) pada awal April 2026 lalu, dan dipimpin langsung oleh Fadli.
"Daya Energi Bersih Nusantara ini adalah perusahaan nan baru dibentuk oleh Danantara Investment Management di 1 April 2026 kemarin nan mempunyai konsentrasi untuk menjalankan program PSEL," ungkap Fadli saat Media Briefing Danantara Indonesia, Kamis (9/4).
Fadli menjelaskan, Denera berfaedah untuk memegang porsi saham proyek PSEL sekaligus bertanggung jawab dalam sisi operasional dan pengelolaan seluruh proyek di bawah DIM.
"Selain itu, Denera bakal menjadi perusahaan nan terintegrasi dalam perihal pengelolaan sampah. Jadi pengelolaan sampah nan terintegrasi satu perihal nan kudu difokuskan betul adalah PSEL," kata Fadli.
Fadli menegaskan bahwa proyek PSEL merupakan katalis dari pengelolaan sampah nan terintegrasi, tidak hanya dari sisi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa), namun juga bakal mengelola sampah mulai dari tempat pembuangan sampah hingga daur ulang sampah.
"Dan gimana kita bakal mengedukasi masyarakat untuk mengelola sampah lebih baik lagi lantaran budaya juga kudu berubah dalam pengelolaan sampah, kita juga bakal konsentrasi mengembangkan sampah-sampah selain sampah rumah tangga seperti sampah industri," tandas Fadli.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·