Dana Menipis, PBB Pangkas 50% Bantuan Pangan untuk Palestina

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terpaksa memangkas separuh support pangan bagi penduduk Palestina di Tepi Barat nan diduduki akibat keterbatasan dana. Pemangkasan dilakukan ketika kebutuhan kemanusiaan justru meningkat akibat kekerasan pemukim dan operasi militer Israel.

Program Pangan Dunia (WFP) sebelumnya menyalurkan makanan, voucher, dan support tunai kepada sekitar 400.000 orang di Tepi Barat, terutama masyarakat di wilayah pedesaan dan bagian selatan, termasuk Hebron. Mulai bulan ini, cakupan support bakal dikurangi menjadi sekitar 200.000 penerima.

"Pembatasan pergerakan nan parah, pembongkaran, dan pemindahan nan meluas di Tepi Barat telah mengikis mata pencaharian Palestina dan berkontribusi pada peningkatan kerawanan pangan," kata Direktur WFP untuk Palestina Shaun Hughes dalam konvensi pers di Jenewa, dikutip Kamis (3/9/2026).

Hughes menegaskan kondisi tersebut semestinya mendorong peningkatan bantuan, bukan pemangkasan. "Saat ini, kita kudu meningkatkan support kita di Tepi Barat, bukan memotong jalur vital ini," ujarnya.

Menurut WFP, sebagaimana diberitakan Reuters, pekerja kemanusiaan selama ini belum mengategorikan situasi di Tepi Barat sebagai krisis pangan, melainkan krisis kewenangan asasi manusia nan semakin memburuk akibat tekanan terhadap penduduk Palestina.

"Mereka sekarang mendapati diri mereka dalam keadaan tercekik, tidak dapat bergerak bebas untuk mengakses tanah alias pekerjaan, dan karenanya tidak bisa membeli makanan untuk family mereka. Mereka menghadapi ketidakadilan dan kesulitan nan luar biasa," kata Hughes.

Kondisi tersebut berjalan di tengah meningkatnya kekerasan serta penyitaan tanah dan sumber air oleh pemukim Yahudi di Tepi Barat dalam nyaris tiga tahun sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Badan-badan PBB dan sebagian besar negara menganggap permukiman Israel di wilayah pendudukan terlarangan menurut norma internasional, sementara Israel menilai Tepi Barat sebagai wilayah nan disengketakan.

Pemangkasan support juga mencerminkan tekanan pendanaan nan dihadapi lembaga kemanusiaan. Kontribusi dari sejumlah donor Barat utama, termasuk Amerika Serikat (AS), merosot tajam sejak tahun lampau lantaran negara-negara tersebut mengalihkan prioritas shopping ke kebutuhan domestik dan pertahanan.

WFP mengatakan krisis pendanaan turut menakut-nakuti operasinya di Gaza, tempat badan tersebut memberikan support kepada sekitar 1,5 juta orang.

"Pemotongan lebih lanjut tidak bakal dapat dihindari selain jika biaya tambahan dijamin," kata WFP.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News