Dana Kelolaan Tembus Rp6 Triliun dengan Diferensiasi dan Ekspansi Pasar

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Dana Kelolaan Tembus Rp6 Triliun dengan Diferensiasi dan Ekspansi Pasar Chief Executive Officer BMoney Angganata Sebastian (kanan).(Dok.Istimewa)

LIMA tahun sejak memulai perjalanan di industri investech Indonesia, BMoney sukses memperkuat posisinya sebagai salah satu platform investasi digital terdepan di Tanah Air. 

Berawal dari inisiatif pemberdayaan masyarakat melalui jaringan gerai ritel pada 2020, perusahaan kemudian resmi meluncurkan jasa investasi digital pada 2021 dan sekarang berkembang menjadi platform investech terpadu dengan portofolio lisensi nan lengkap.

Sebagai corak komitmen terhadap kepatuhan izin dan perlindungan investor, BMoney telah mengantongi sejumlah izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lisensi tersebut mencakup Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), Mitra Distribusi Surat Berharga Negara (Midis SBN), hingga izin operasional untuk transaksi saham dan emas digital.

Chief Executive Officer BMoney Angganata Sebastian mengungkapkan support izin tersebut diperkuat melalui kemitraan strategis dengan puluhan manajer investasi, penyedia likuiditas emas, serta beragam lembaga perbankan nasional.

"Kolaborasi ini memungkinkan BMoney menghadirkan ratusan pilihan instrumen investasi dalam satu aplikasi nan aman, terintegrasi, dan mudah diakses masyarakat," ujar Angganata.

Kepercayaan penanammodal terhadap ekosistem BMoney tercermin dari pertumbuhan upaya nan signifikan. Hingga saat ini, total dana kelolaan alias Asset Under Management (AUM) nan dikelola platform tersebut telah melampaui Rp6 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung oleh lebih dari 1 juta penanammodal ritel nan telah berasosiasi dari beragam wilayah di Indonesia.

Tidak hanya berkembang di segmen ritel, BMoney juga memperkuat posisinya di kalangan High-Net-Worth Individual (HNWI) melalui jasa BMoney Privilege. Melalui lini upaya tersebut, perusahaan sukses membangun pedoman pengguna premium nan kuat dan menjadi salah satu pemain krusial di segmen fintech nasional.

Kinerja positif pada segmen ritel dan premium turut mendorong keberlanjutan upaya perusahaan. Pada tahun kitab 2025, BMoney sukses mencatatkan status profitable, menandai keahlian perusahaan dalam membangun pertumbuhan nan sehat sekaligus menghasilkan keuntungan.

Di tengah persaingan industri nan semakin ketat, Angganata menyebut pihaknya menghadirkan diferensiasi melalui pendekatan jasa premium nan mengangkat konsep priority banking ke dalam ekosistem digital. Lewat program loyalty points pada jasa BMoney Privilege, pengguna dapat mengumpulkan poin dari aktivitas investasi dan menukarkannya dengan beragam akomodasi eksklusif.

Sejumlah faedah nan ditawarkan antara lain jasa taksi airport domestik melalui kerja sama dengan Golden Bird, jasa transportasi airport di Sydney, Tokyo, dan Singapura, konsultasi pajak pribadi, hingga jasa pemeriksaan kesehatan eksklusif berbareng Prodia.

Selain jasa digital, pengalaman premium juga diwujudkan melalui kehadiran BMoney Privilege Private Lounge. Setelah membuka lounge di Jakarta dan Bandung, perusahaan memperluas jasa individual tersebut dengan meresmikan Private Lounge ketiga di Surabaya pada 2026.

Ke depan, BMoney berkomitmen memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkaya pilihan produk investasi melalui strategi pertumbuhan nan inklusif. Angganata mengatakan perusahaan bakal terus mengembangkan segmen ritel dan HNWI secara berbarengan sebagai bagian dari satu ekosistem nan saling mendukung.

Menurut Angganata, segmen ritel memberikan kontribusi berupa skala bisnis, tingkat keterlibatan pengguna, dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Sementara itu, segmen HNWI menghadirkan aspek kepercayaan, kredibilitas, serta kesempatan monetisasi nan lebih kuat.

“Kedua segmen ini bukan untuk dipertentangkan, melainkan saling melengkapi. Keduanya merupakan bagian dari satu ekosistem nan terhubung dan dapat tumbuh bersama,” tandasnya. (E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia