Dampak Gempa Filipina M 7,8: 19 Orang Tewas, 12 Hilang, Ratusan Luka-Luka

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
 19 Orang Tewas, 12 Hilang, Ratusan Luka-Luka Informasi musibah gempa Filipina M 7,8, Senin, 8 Juni 2026.(Dok. Google)

BENCANA gempa bumi luar biasa bermagnitudo 7,8 mengguncang wilayah Filipina selatan pada Senin (8/6/2026) pagi. Laporan terkini menyebut sedikitnya 19 orang meninggal bumi dan lebih dari 130 orang mengalami luka-luka akibat gempa Filipina nan memicu peringatan tsunami di sepanjang wilayah pesisir tersebut.

Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa gempa terjadi pada pukul 07.37 waktu setempat. Pusat gempa berada di lepas pantai Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao, dengan kedalaman sekitar 55 kilometer di bawah permukaan laut.

Dampak Kerusakan dan Korban Jiwa Gempa Filipina

Kota General Santos menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah lantaran lokasinya nan berdekatan dengan pusat gempa. Rekaman visual dari letak menunjukkan sejumlah gedung mengalami kerusakan struktural berat hingga roboh total.

Kantor penanggulangan musibah Filipina melaporkan situasi darurat di General Santos City:

  • Korban Tewas: Sedikitnya 19 orang dikonfirmasi meninggal dunia.
  • Korban Luka: Lebih dari 130 orang tengah menjalani perawatan medis.
  • Warga Hilang: Sedikitnya 12 orang tetap dalam pencarian di bawah reruntuhan alias area terdampak.

Dampak gempa juga melumpuhkan akses transportasi. Operasi di Bandara Internasional Jenderal Santos dihentikan sementara, mengakibatkan pembatalan sejumlah penerbangan komersial menuju kota pusat ekspor tuna tersebut.

Peringatan Tsunami dan Evakuasi

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) melaporkan munculnya serangkaian gelombang tsunami pascagempa. Gelombang tertinggi tercatat mencapai 1,48 meter di wilayah pesisir Filipina. Peringatan ini tidak hanya bertindak lokal, gelombang tsunami juga terdeteksi mencapai wilayah Indonesia dan Jepang.

Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., telah mengeluarkan petunjuk tegas kepada penduduk di area merah untuk mematuhi pengarahan otoritas keamanan. "Ikuti peringatan dari otoritas setempat dan segera mengungsi ke wilayah nan lebih tinggi," tegas Presiden Marcos Jr.

Di Provinsi Davao Occidental, kepanikan luar biasa dilaporkan terjadi di lingkungan sekolah. Rekaman video memperlihatkan para siswa menangis panik saat guncangan berjalan selama beberapa detik nan merusak akomodasi pendidikan di wilayah tersebut.

Hingga saat ini, tim penyelamat tetap terus melakukan upaya pemindahan dan pendataan kerugian materiil. Pemerintah Filipina memfokuskan pemulihan pada prasarana vital dan pencarian korban nan tetap dinyatakan hilang. (Ant/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑