Jakarta, CNN Indonesia --
Eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya menjadi sorotan usai mengusulkan diri sebagai justice collaborator untuk membongkar dugaan kasus korupsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di lembaga tersebut.
Pengacaranya, Krisna Murti, mengatakan langkah ini ditempuh untuk mengungkap kasus tersebut.
"Bukan mengelak dari persoalan norma tapi kami mau mengungkap dan kooperatif mengungkap siapa saja nan terlibat di dalam program unggulan presiden ini," kata dia di Kejaksaan Agung, Senin (8/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Kejagung belum memutuskan apakah bakal menerima alias menolak pengajuan Sony.
Meski belum diputuskan, Sony sudah mulai 'benyanyi' soal dugaan keterlibatan sejumlah nama besar di kasus korupsi tersebut.
26 nama terlibat
Krisna mengatakan Sony sudah menyetorkan 26 nama nan terlibat kasus dugaan korupsi MBG.
Krisna menyebut deretan nama itu sudah tercatat dalam Berita Acara Pemeriksaan interogator Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.
"Sudah kita sampaikan ke penyidik, sudah ada di BAP," kata Krisna pada Rabu (10/6).
Pejabat legislatif hingga eksekutif
Krisna tak menyebut secara rinci siapa saja nama-nama nan terseret dalam kasus ini.
Dia hanya mengatakan mereka nan terlibat berasal dari lembaga di tingkat eksekutif, yudikatif, maupun legislatif.
"Pokoknya dari eksekutif, legislatif dan yudikatif. (Paling banyak) legislatif. (Total jumlah nama) 26, kemungkinan bertambah, itu baru sebagian aja," ucap Krisna.
Kantongi bukti
Krisna juga mengatakan punya semua bukti komunikasi. Bukti ini tercatat dalam ponsel Sony nan sekarang sudah disita penyidik.
Dia lampau mendorong pihak berkuasa agar bukti percakapan itu dibuka ke publik.
"Jadi semua bukti-bukti itu ada di dalam, semua bukti chat itu ada di dalam HP nan saat ini disita oleh penyidik," ucap Krisna.
"Misalkan nama A berkomunikasinya dengan pengguna saya, si B juga, semua. Jadi semua bukti itu ada di dalam HP pengguna saya dan itu kudu dibuka," imbuh dia.
Mendapat tekanan
Dalam prosesnya, Krisna menyebut Sony mengalami tekanan baik secara langsung ataupun dari orang-orang nan menghubunginya itu.
Ia menyatakan lantaran aspek itulah Sony terpaksa memberikan izin pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Walaupun misalkan mereka tidak menggunakan tekanan, tapi bisa juga terjadi penekanan. Tapi anggap tidak ada penekanan, tapi pengaruhnya itu, menggerakkan pengaruhnya," jelasnya.
"Pak Sony tahu siapa orang ini. Artinya dengan pengaruh menggerakkan aja Pak Sony tahu siapa orang ini gitu. Sudah masuk unsurnya," imbuhnya.
(isa/mik)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·