Jakarta, CNN Indonesia --
Kualitas udara di empat wilayah di Indonesia masuk kategori berbahaya, Kamis (15/10) pagi.
Data BMKG sekitar pukul 09.00 WIB, wilayah nan kualitas udara rawan ialah Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Talang Betutu Palembang, Sumatera Selatan, Musi 2 Palembang, Sumatera Selatan, dan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masuk kategori rawan dengan konsentrasi partikel lembut PM2.5 mencapai 933,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, juga mencatat kualitas udara rawan dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 834,5 µg/m³.
Kualitas udara rawan juga tercatat di Musi 2 Palembang dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 413,2 µg/m³. Talang Betutu Palembang juga tercatat konsentrasi PM2,5 sebesar 578,4 µg/m³.
Berdasarkan info pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Sintang, Kalimantan Barat, masuk kategori sangat tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 225,1 µg/m³.
Sementara itu, sejumlah wilayah lain berada dalam kategori sangat tidak sehat. Kota Jambi 214,6 µg/m³, Batam 190,1 µg/m³, Muaro Jambi 367 µg/m³, Mempawah 168,2 µg/m³ dan Medan 151,5 µg/m³.
PM2.5 merupakan partikel pencemar udara berukuran 2,5 mikrometer alias lebih mini nan dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan dalam konsentrasi tinggi berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit pernapasan dan jantung.
Masyarakat di wilayah dengan kualitas udara jelek disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya aktivitas bentuk berat, serta memantau perkembangan kualitas udara sebelum beraktivitas.
Data konsentrasi PM2.5 dapat berubah mengikuti kondisi lingkungan dan pembaruan pemantauan BMKG. Data kualitas udara tersebut dapat dipantau melalui laman resmi BMKG: https://www.bmkg.go.id/kualitas-udara/pm25
(tim/isn)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·