Cuma Pakai Dinding, Orang Tua Bisa Pantau Pertumbuhan Anak

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Ilustrasi tinggi badan anak. Foto: interstid/Shutterstock

Memantau tumbuh kembang anak tidak selalu kudu dilakukan dengan perangkat nan rumit. Orang tua sebenarnya bisa mulai dari langkah sederhana, seperti mengukur tinggi badan anak secara rutin di rumah. Namun, nan sering menjadi tantangan adalah gimana memahami hasil pengukuran tersebut, terutama saat kudu membaca kurva pertumbuhan.

Menurut Dokter Spesialis Anak dan Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI, Prof. dr. Jose R.L. Batubara, Sp.A, Subsp.Endo(K), Ph.D, kurva pertumbuhan dari WHO sebenarnya sudah tersedia luas di akomodasi kesehatan seperti puskesmas di seluruh Indonesia. Orang tua bisa memanfaatkannya dengan langkah nan cukup sederhana.

Ukur Tinggi Badan di Dinding dengan Posisi nan Tepat

Ilustrasi mengukur tinggi badan anak. Foto: Thinkstock

Pengukuran tinggi badan bisa dilakukan dengan berdiri tegak menempel di dinding. Pastikan posisi anak benar, seperti kaki rapat, tubuh tegak, dan pandangan lurus ke depan, tidak mendongak alias menunduk. Dari situ, tinggi badan bisa diukur dan dicatat.

“Mata menghadap ke depan, bukan ke atas, ke bawah alias miring kiri, miring kanan,” tegasnya dalam webinar berbareng IDAI, Selasa (14/4).

Cara Membaca Kurva Pertumbuhan

Setelah mendapatkan info tinggi badan, langkah berikutnya adalah mencocokkannya dengan kurva pertumbuhan. Orang tua bisa meminta kurva nan tersedia di puskesmas, lampau memplot hasil pengukuran anak ke dalam diagram tersebut.

Jika posisi anak tetap berada dalam rentang normal, ialah di antara -2 hingga +2 standar deviasi, alias antara persentil ke-3 (P3) hingga ke-97 (P97), maka pertumbuhannya tetap tergolong normal.

Anak pendek belum tentu stunting Foto: Shutterstock

Sementarar pada usia di bawah 3 tahun, diagram pertumbuhan anak tetap bisa naik alias memotong garis kurva. Namun, setelah usia 3 tahun, pola pertumbuhan biasanya bakal mengikuti garis nan sejajar dengan kurva.

Jika setelah usia tersebut pertumbuhan anak tetap sejajar dengan kurva nan sama, itu menjadi tanda bahwa tumbuh kembangnya melangkah dengan baik.

“Jadi jika setelah 3 tahun, ditemukan pertumbuhannya tetap sejajar dengan kurva pertumbuhan, artinya pertumbuhannya normal,” imbuh Prof. Jose.

Dengan memahami langkah sederhana ini, orang tua bisa lebih percaya diri dalam memantau pertumbuhan anak dan lebih sigap mengenali jika ada perihal nan perlu diperhatikan.

kumparan post embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan