Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Minggu, 29 Maret 2026 |17:12 WIB

KH Abdussalam Shohib/NU Online
JAKARTA- Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang, Jawa Timur (Jatim), KH Abdussalam Shohib namalain Gus Salam menegaskan, sumber-sumber kekayaan strategis negara nan memenuhi rencana rakyat banyak kudu kembali dikuasai, dikelola dan dikendalikan secara berdikari oleh negara.
"Ekonomi berbasis gotong royong dan produktivitas inovatif diarus utamakan dan diarahkan agar terjadi pemerataan," ujar Gus Salam, Minggu (29/3/2026).
Cucu pendiri NU ini menambahkan, komitmen Nahdlatul Ulama (NU) untuk kedaulatan dan kemandirian Indonesia, telah diukir dalam sejarah.
Komitmen itu tidak bakal berkurang sedikitpun lantaran menyatu dalam kepercayaan beragama, sistem berpikir dan orientasi NU dalam bernegara-bangsa dan bermasyarakat.
"NU turut melahirkan negara, tidak mungkin mengkhianatinya, tapi menjaganya," tutur Katib PBNU priode 2015-2018 itu.
Gus Salam nan juga Ketua Pengurus Harian Yayasan Gerak Pengabdian Santri Indonesia (GPSI) ini melanjutkan, sebagai kekuatan civil society, NU turut membidani aktivitas reformasi 1998; berambisi perubahan sebagaimana petunjuk UUD NKRI 1945.
"Posisi NU sebagai civil society terbawa arus perubahan. Walau sempat menyadarinya, namun lantaran aspek internal dan eksternal membikin daya tahan NU, melemah,” ucap Gus Salam.
Menurut Gus Salam, pragmatisme kepengurusan melemahkan idealisme, pengeroposan etika dan moralitas, menonjolkan individualisme dan relatifitas, serta berpikir sumbu pendek.
Dia menambahkan, NU tidak boleh melemah lantaran virus, kuman dan toxic dari internalnya. Sebaliknya, NU kudu sehat, kuat dan berdikari dari dalam untuk menjaga kedaulatannya.
NU harus kembali menjadi pelopor kemandirian, kesehatan berjam’iyyah-bermasyarakat, dan kedaulatan bernegara-bangsa demi keluhuran Islam Aswaja dan kebesaran Nusantara.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·