Arief Setyadi
, Jurnalis-Rabu, 08 April 2026 |10:36 WIB

Didi Mahardhika (Foto: Dok Okezone)
JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra Didi Mahardhika Sukarno menilai tantangan terbesar bangsa saat ini tidak hanya berkutat pada persoalan ekonomi alias geopolitik. Ia menyebut, arah praktik kerakyatan nan mulai menyimpang juga menjadi perhatian serius.
Cucu Bung Karno tersebut menyoroti bahwa di tengah tekanan dunia dan dinamika politik nasional, bunyi nasionalisme kembali menjadi relevan. Namun, dia memandang adanya kecenderungan di mana kerakyatan tidak lagi dijalankan sebagai sistem koreksi nan sehat, melainkan digunakan sebagai perangkat untuk mendelegitimasi pemerintahan.
Padahal, menurutnya, nasionalisme kudu tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan bernegara. Menurutnya, kerakyatan semestinya mengoreksi, bukan meruntuhkan legitimasi negara.
"Kritik terhadap pemerintah adalah bagian krusial dalam sistem demokrasi. Namun, ketika kritik tersebut tidak lagi bermaksud memperbaiki, melainkan melemahkan kepercayaan publik secara sistematis, maka nan terjadi adalah distorsi demokrasi," ujarnya, dikutip Rabu (8/4/2026).
Ia memandang praktik semacam itu berisiko, terlebih dalam kondisi dunia nan sarat ketidakpastian. Polarisasi nan muncul akibat delegitimasi politik dinilai dapat mengikis persatuan nasional sekaligus melemahkan posisi Indonesia di tingkat internasional.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·