Cuaca Awal Mudik Lebaran Kondusif, BMKG: Tetap Waspadai Potensi Hujan

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Binti Mufarida , Jurnalis-Sabtu, 14 Maret 2026 |15:42 WIB

 Tetap Waspadai Potensi Hujan

Ilustrasi cuaca saat mudik lebaran kondusif (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan pembaruan info cuaca selama periode awal mudik Lebaran. Secara umum, kondisi atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia tetap relatif kondusif. 

Namun, BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan nan dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa wilayah.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengingatkan masyarakat agar tetap tenang namun waspada dalam menyikapi perkembangan cuaca selama perjalanan mudik. Ia juga menekankan pentingnya merujuk pada sumber info resmi serta tidak mudah terpengaruh info nan tidak dapat dipastikan kebenarannya.
 
Menurutnya, kesiapan masyarakat dalam memantau pembaruan prakiraan cuaca menjadi bagian krusial dalam mendukung perjalanan nan kondusif dan nyaman.

“Tetap pantau info cuaca darat, laut, dan udara nan terbaru untuk menyesuaikan rencana perjalanan mudik melalui beragam kanal resmi BMKG,” kata Faisal, Sabtu (14/3/2026).

Plt. Deputi Bidang Meteorologi, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) saat ini tetap aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia. Kondisi tersebut, nan juga diikuti aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin di sekitar wilayah Indonesia pada periode 13–20 Maret 2026, turut memperkuat dinamika atmosfer nan mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah. Situasi ini juga dipengaruhi oleh kelembapan udara nan relatif tinggi serta kondisi atmosfer nan cukup labil.

Lebih lanjut, Andri menyampaikan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi pada periode 14–17 Maret di sebagian wilayah Sumatra serta sebagian Jawa bagian tengah dan timur. Selanjutnya, pada periode 18–20 Maret 2026, kesempatan hujan juga dapat terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.

Pada sektor penerbangan, BMKG mengidentifikasi adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan cukup luas di sebagian jalur mudik, terutama di wilayah Laut Maluku dan utara Papua. Peluang kemunculan awan ini diprakirakan mencapai lebih dari 75 persen, nan berfaedah awan hujan berpotensi muncul cukup sering sehingga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan di wilayah tersebut.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com