Cobaan Anker 'Green Line' Bertubi-tubi di Jam Pulang Kantor Senin Malam

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jakarta -

Anak kereta (anker) kudu mengalami ujian berkali-kali saat perjalanan KRL rute Tanah Abang-Rangkasbitung alias Green Line mengalami gangguan semalam. KRL mengalami masalah listrik, banjir hingga gerbong pengap.

Dirangkum detikcom, Selasa (5/5/2026), gangguan KRL rute Tanah Abang-Rangkas Bitung awalnya mengalami gangguan pada Senin (4/5) sore pukul 17.30 WIB. Gangguan tersebut akibat masalah listrik dan banjir, berikut ini fakta-faktanya.

1. Gangguan lantaran Sambaran Petir

KAI Commuter melaporkan, gangguan tersebut lantaran masalah listrik imbas tersambar petir. Petugas sempat melakukan rekayasa perjalanan imbas kejadian itu.

"Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas gangguan operasional pada Listrik Aliran Atas di antara Stasiun Jurangmangu-Pondok Ranji sehubungan imbas tersambar petir dan saat ini dalam proses penanganan," tulis KAI Commuter dalam akun X resminya, Senin (4/5).

Perjalanan KRL sempat terhambat, pihak KAI Commuter meminta maaf akibat kejadian itu. Akibat kejadian itu, penumpang KRL mengeluhkan kondisi AC di dalam KRL nan mati.


2. AC Mati-Gerbong Pengap Imbas Listrik di KRL Mati

Sejumlah pengguna KRL mengunggah keluhan mengenai peristiwa tersebut. Pengguna menyebut AC di dalam KRL meninggal hingga menyebabkan kondisi gerbong pengap.

Sejumlah pengguna juga mempertanyakan berapa lama perkiraan perbaikan. Ada juga pengguna nan mengatakan terjadi penumpukan penumpang di stasiun.

Penumpang sempat terjebak dan kaget akibat listrik padam di dalam gerbong kereta. Saat itu kondisi sedang hujan.

"Tadi pada saat masuk Stasiun Jurangmangu KRL-nya tiba-tiba meninggal lampu terus tertahan kurang lebih 5 menit," kata Nicolas Galih saat dihubungi detikcom, Senin (4/5).

3. Penumpang Lompat dari KRL

Salah satu penumpang, Nares (30), menceritakan pengalamannya terjebak di kereta nan meninggal listrik. Nares berangkat dari Stasiun Kebayoran Lama.

"Jadi tadi perjalanan berangkat dari Stasiun Kebayoran. Di tengah menuju Pondok Ranji meninggal listrik tapi kereta tetap jalan. Terus mau sampe Pondok Ranji itu kereta meninggal total. Ya udah kita nunggu di dalam kereta dari sekitar jam 16.39 sampe 17.29 jika nggak salah, ya. Hampir sejam," kata Nares, Senin (4/5/2026).

Nares menyebut pintu hingga jendela kereta dibuka lantaran suasana dalam gerbong KRL nan pengap. Warga di sekitar pun, katanya, mendekat ke rel untuk memberikan bantuan.

"Karena di dalam panas, pengap, jendela dibuka, pintu dibuka. Kan banyak orang tuh di pinggiran rel, kayak warga-warga sekitar. Ya udah kita ngecek-ngecek nanya, gimana kalo misalnya kita loncat. Ya udah akhirnya dibantu tuh sama petugas sekitar. Jadi ada nan megangin. Terus ada nan nawarin tangga buat kita turun ke bawah," ujar Nares.

Nares mengatakan dirinya dan kawan mendapat support injakan dari penduduk sekitar lantaran posisinya dari kereta ke jalanan nan cukup tinggi. Penumpang lain pun, katanya, ikut turun lantaran kondisi kereta nan meninggal total.

4. Gangguan Juga Disebabkan Banjir

Jalur KRL rute green line alias Tanah Abang sempat mengalami gangguan selain listrik padam akibat petir. Jalur Stasiun Kebayoran-Pondok Ranji juga sempat tergenang imbas hujan deras.

"Terdapat genangan air imbas hujan deras di antara jalur Stasiun Kebayoran-Pondok Ranji," demikian keterangan @CommuterLine, dilihat Senin (4/5) pukul 18.56 WIB.

Disampaikan perjalanan KRL belum bisa dilalui. Pengguna KRL diimbau mengikuti pengarahan dan info petugas di lapangan.

"Tetap utamakan keselamatan dan minta maaf atas ketidaknyamanannya," tulis akun KAI Commuter.

Adapun per pukul 18.24 WIB, pihak KAI Commuter menyampaikan perjalanan KRL Rangkasbitung PP saat ini dapat menggunakan satu jalur secara bergantian. Dijelaskan juga perjalanan KRL hanya sampai Serpong.

5. Penumpukan Penumpang di Sejumlah Stasiun

Akibat kejadian itu terjadi penumpukan penumpang di sejumlah stasiun rute Tanah Abang-Rangkas Bitung pada kemarin sore hingga malam. Salah satu penumpang melaporkan adanya penumpukan penumpang di Stasiun Jurangmangu akibat gangguan tersebut.

"Masih tertahan di Jurangmangu. Sekitar jam 5 kurang (gangguan). Pas (KRL) masuk Stasiun Jurangmangu tiba-tiba meninggal listrik, dari announcer KRL-nya, penumpang turun lantaran KRL bakal ditutup," ujar Galih, kepada wartawan, Senin (4/5/2026).

Kondisi di Stasiun Jurangmangu per pukul 17.30 WIB padat. Penumpang menumpuk di peron stasiun.

Penumpukan penumpang juga terjadi di peron jalur 1 Stasiun Kebayoran pada pukul 21.10 WIB Senin malam, tak lama setelah KRL Serpong pulih. Terlihat peron sudah dipenuhi penumpang.

Bahkan antrean penumpang berjubel hingga hingga 5 baris. Antrean makin rapat ketika rangkaian KRL tujuan Rangkas Bitung memasuki jalur 1 Stasiun Kebayoran.

6. Penumpang Nunggu Berjam-jam

Para penumpang kudu menunggu sampai berjam-jam imbas gangguan KRL tersebut. Salah satu penumpang, Maya turut menunggu berjam-jam akibat gangguan KRL. Maya sudah sampai Stasiun Kebayoran sejak pukul 18.30 WIB, namun hingga pukul 19.50 WIB gangguan KRL tak kunjung selesai.

"Setengah 5 dari Tanah Abang, rupanya perjalanan hanya sampai sini. Jam 6-an lah (sampai Stasiun Kebayoran). (Hingga pukul 19.50 WIB) belum (ada kereta) nih," tutur Maya ditemui detikcom di Stasiun Kebayoran, Jakarta Selatan, Senin (4/5).

Bahkan penumpang kudu berebut masuk ke dalam gerbong setelah KRL mulai dapat melintas.

7. KRL Mulai Kembali Normal

Perjalanan KRL rute Tanah Abang-Rangkasbitung alias Green Line sudah kembali normal setelah berjam-jam mengalami gangguan listrik padam dan banjir di rel. Penumpang berdempetan masuk ke gerbong.

Pantauan detikcom di Stasiun Kebayoran, Senin (4/5), KRL mulai melintasi pukul 21.11 WIB. Penumpang menumpuk menunggu di peron.

Saat KRL melintas, penumpang berdempetan masuk gerbong. KRL melintas setiap 20 menit.

Adapun KAI Commuter menyampaikan penanganan gangguan listrik jalur KRL rute Green Line alias Tanah Abang sudah rampung. Sementara genangan di rute tersebut juga mulai surut.

(yld/whn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News