Bank terbesar kedua di Malaysia, CIMB Group Holdings Bhd., mengatakan sedang mencari kesempatan merger dan akuisisi di Indonesia meski kepercayaan penanammodal terhadap negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu sedang turun.
"Bagi penanammodal nan memandang potensi jangka panjang di Indonesia, tentu ini adalah waktu nan tepat untuk masuk," kata CEO CIMB, Novan Amirudin, dalam wawancara dengan Bloomberg TV di Kuala Lumpur, dikutip Selasa (9/6). Novan mengatakan, CIMB tetap berkomitmen penuh pada pasar.
Kepercayaan CIMB muncul saat Indonesia berjuang untuk mendapatkan kembali penanammodal nan cemas dengan agenda Presiden Prabowo Subianto nan populis dan intervensi, khususnya lantaran bentrok di Timur Tengah meningkatkan biaya subsidi bahan bakar.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merosot lebih dari 8 persen tahun ini, menjadikannya mata duit dengan keahlian terburuk di Asia. Indeks saham referensi juga turun 35 persen, meski akhirnya naik hari ini.
CIMB nan mengoperasikan CIMB Niaga di Indonesia sedang mempertimbangkan beragam aset nan dapat melengkapi upaya nan sudah ada, dengan pengelolaan kekayaan sebagai salah satu di antaranya.
"Kami juga bakal mempertimbangkan mungkin sejumlah bagian unik nan saat ini tidak kami miliki," kata Novan.
Berdasarkan laporan Bloomberg bulan lalu, CIMB termasuk di antara penawar nan masuk daftar pendek untuk aset retail dan kekayaan HSBC Holdings di Indonesia. Oversea-Chinese Banking Corp. nan berbasis di Singapura secara substansial mengungguli pesaingnya untuk memungkinkan mereka memasuki pembicaraan guna mencapai kesepakatan.
Bank terbesar Malaysia, Malayan Banking Bhd., juga berambisi operasi di Indonesia bakal menjadi kontribusi besar bagi upaya perusahaan dalam jangka menengah hingga jangka panjang. Presiden dan CEO grup, Khairussaleh Ramli, dalam wawancara terpisah mengatakan ekonomi Indonesia tetap dalam mode pertumbuhan.
Meski demikian, Khairussaleh mengakui adanya komplikasi di lapangan. Ia mengatakan bank tengah konsentrasi mencoba memandang gimana mereka tetap dapat melayani pengguna di sana.
"Tapi (sambil) memahami tantangan nan sedang dihadapi," kata Khairussaleh.
Ia mengatakan, Indonesia saat ini menyumbang sekitar 5 persen dari untung Maybank dan dampaknya tidak bakal besar.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·