
Citra satelit menunjukkan pembangunan oleh China di Antelope Reef di Laut China Selatan. (Foto: Uni Eropa)
JAKARTA – Laut Cina Selatan telah lama menjadi arena ketegangan geopolitik, tetapi pada 2026 area ini menjadi semakin panas. Sementara Amerika Serikat (AS) mengalihkan kekuatan militernya ke Timur Tengah, China dilaporkan telah mengambil langkah garang untuk mengubah peta maritim di Laut Cina Selatan.
Antelope Reef nan disengketakan telah diubah menjadi tembok buatan nan luas oleh China. Tak hanya memproyeksikan kekuatan, langkah Beijing ini juga menantang arsitektur keamanan Indo-Pasifik.
Perhatian AS Teralihkan ke Timur Tengah
Pengerahan kembali golongan serang kapal induk dan Unit Ekspedisi Marinir Amerika ke Timur Tengah telah menciptakan kekosongan di Pasifik. USS Abraham Lincoln dan USS George Washington, nan dulunya merupakan pencegah di Laut Cina Selatan, sekarang beroperasi di perairan Timur Tengah. Kondisi ini menyisakan USS Theodore Roosevelt untuk memikul beban pencegahan di wilayah luas nan mencakup Selat Taiwan, Semenanjung Korea, dan area maritim nan diperebutkan.
Penerbangan pengintaian AS di atas Laut Cina Selatan telah menurun nyaris 30% sejak akhir tahun 2025. Penurunan pengawasan ini bertepatan dengan percepatan pengerukan dan reklamasi lahan oleh China di Antelope Reef. Berkurangnya kehadiran AS bukan hanya celah taktis, tetapi juga memberi sinyal kepada Beijing bahwa konsentrasi Washington telah bergeser, sehingga memberikan China kesempatan untuk memperkuat kekuasaan di wilayah tersebut.
Benteng Buatan di Antelope Reef
Dilansir Mekong News, berasas gambaran satelit dari Badan Antariksa Eropa dan penyedia komersial, Antelope Reef nan dulunya merupakan pos terdepan sederhana sekarang menjadi daratan nan berkembang pesat dengan luas lebih dari enam kilometer persegi. Para insinyur China telah menyiapkan fondasi untuk landasan pacu sepanjang lebih dari 2.700 meter—cukup untuk menampung jet tempur, pesawat pengintai, dan pesawat pembom berat.
Ekspansi ini bukanlah perihal nan terisolasi, melainkan mencerminkan proyek-proyek sebelumnya di Mischief Reef, Fiery Cross Reef, dan Subi Reef. Di sana, China membangun landasan udara nan diperkuat, instalasi radar, dan baterai rudal. Transformasi Antelope Reef menandakan niat Beijing untuk mendominasi Paracel bagian barat, koridor tempat sepertiga perdagangan maritim dunia mengalir.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·