President Indonesian Chef Association (ICA), Chef Susanto, mengatakan, karakter rasa dari ikan sapu-sapu nan unik dan sangat amis dapat dengan mudah kita bedakan. Bagaimana langkah membedakannya?
Ikan sapu-sapu rupanya menjadi sumber protein bagi penduduk di negara Amerika Latin. Namun, menurut ahli masak nan berkawan disapa Chef Santo itu, ikan sapu-sapu di perairan Amerika Latin seperti di sungai Amazon dan Brasil, hidup di kediaman alam nan bersih sehingga layak dikonsumsi.
"Ini kita berbincang di Indonesia, ikan sapu-sapu hidup di air nan tercemar bahan-bahan kimia. Makanya ikan sapu-sapu di sini tidak layak konsumsi. Terlebih sifatnya nan sangat amis, banyak orang tidak suka," terangnya saat kumparanFOOD hubungi, Minggu (19/4).
Lebih lanjut, Chef Santo menjelaskan jika di Amerika Latin, ikan sapu-sapu menjadi santapan untuk sup alias dipanggang. "Bahkan bisa untuk nan berkuah-kuah pedas begitu. Nah jika di Indonesia sendiri memang sifat (rasa) dari ikan sapu-sapu itu, kan amisnya, aduh, jika kata orang Sunda bilang anyir," tambahnya.
Chef Santo sendiri mengaku pernah melakukan penelitian berbareng timnya dalam mengolah ikan sapu-sapu Indonesia. Bau amis nan menyengat dari ikan ini, menurut Chef Santo perlu dihilangkan dengan penggunaan ramuan nan banyak, serta direndam air jeruk nipis terlebih dahulu.
Kemudian Chef Santo mengungkapkan pula bahwa ikan sapu-sapu mempunyai kulit nan keras dan banyak duri. "Dagingnya, tuh gak selembut ikan pada umumnya. Namun memang dengan teknik masak nan betul, bisa menjadi makanan enak," tuturnya.
Karakter rasa amis nan kuat, diyakini juga oleh Chef Santo dapat menjadi karakter utama andaikan sebuah makanan menggunakan bahan ikan sapu-sapu.
"Iya betul, kentara sekali rasa anyir-nya, dan jika ikan sapu-sapu itu menyisakan rasa (seperti) getir di tenggorokan. Enggak enaklah di tenggorokan, tuh," pungkasnya.
Terkait gizi, Chef Santo kurang mengetahui lebih lanjut, selain ikan sapu-sapu memang dipercaya sebagai sumber protein bagi masyarakat di negara Brasil, Venezuela, dan lainnya.
Namun perlu diingat pula, bahwa sifat ikan sapu-sapu nan rakus jika tidak ada predator nan memusnahkannya, maka dia bisa memusnahkan ekosistem ikan lain. Terlebih, ikan sapu-sapu doyan menyantap telur ikan lainnya nan lama kelamaan bakal memusnahkan ikan lain.
Chef Santo pun menegaskan bahwa ikan sapu-sapu di Indonesia memang tidak disarankan untuk dikonsumsi. "Karena memang dibandingkan dengan manfaatnya, bakal lebih banyak risikonya, mudaratnya untuk kesehatan kita," tutupnya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·