Cerita WNI Saat Gempa M 7,4 Jepang: Langsung Muncul Peringatan Tsunami di TV

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Gempa bumi dengan magnitudo 7,4 mengguncang pesisir timur Honshu, Jepang. WNI nan berada di Tokyo merasakan getaran gempa tersebut.

"Tadi kan lagi shopping di Bandara Haneda di lantai 2, terus tiba-tiba goyang, goyangan lumayan kencang. Kan di kasir ada petugas terima transaksi, 'ih gempa ya' katanya, setelah itu lanjut aktivitas," kata WNI berjulukan Diana saat dihubungi, Senin (20/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diana mengatakan gempa terjadi sekitar pukul 17.10 waktu Tokyo. Setelah gempa mengguncang, seluruh TV di ruang tunggu airport langsung menampilkan peringatan pemindahan tsunami.

"Jadi kan ada TV di layar pas di ruang tunggu, tiba-tiba TV langsung berubah peringatan tsunami, semua TV langsung beritakannya itu," kata dia.

Peringanan tsunami muncul di tv Jepang usai gempa M 7,4Peringanan tsunami muncul di tv Jepang usai gempa M 7,4 (Foto: dok. Istimewa/foto diberikan narasumber berjulukan Diana)

Diana mengatakan situasi kembali normal usai gempa mengguncang. Warga nan berada di area airport kembali ke aktivitas masing-masing.

"Goyangnya kayak kita di atas pohon. Situasi kondusif terkendali, biasa, nggak ada nan berbeda," jelasnya.

Diketahui, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,4 mengguncang wilayah Jepang pada Senin (20/4) petang waktu setempat. Otoritas setempat merilis peringatan tsunami untuk wilayah utara dan timur laut Jepang.

Survei Geologi Amerika Serikat (AS) alias USGS, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (20/4), mencatat gempa bumi tersebut mengguncang pada pukul 07.52 GMT, dengan pusat gempa berada di area berjarak 71 mil dari kota Miyako, nan terletak di Provinsi Iwate.

Pemerintah Jepang mencatat gempa tersebut berkekuatan Magnitudo 7,5 dan merilis peringatan tsunami untuk area sepanjang Pantai Pasifik di Aomori, Hokkaido, dan Iwate.

"Mereka nan berada di area pesisir alias sungai, segera pemindahan ke tempat nan lebih tinggi dan aman," demikian bunyi pemberitahuan nan dirilis pemerintah Jepang.

(lir/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News