Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta di area Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) alias Car Free Day (CFD) Sudirman pada Minggu (28/6) menarik perhatian penduduk dari beragam wilayah penyangga ibu kota.
Salah satunya pasangan suami istri asal Kota Tangerang, Taslim (59) dan Yuli (51), nan rela mengayuh sepeda puluhan kilometer demi menikmati kemeriahan acara.
Taslim dan Yuli berangkat dari rumah mereka di area Kunciran Indah, Kota Tangerang, sejak pukul 06.00 WIB. Dengan bersepeda, mereka menuju area Gelora Bung Karno (GBK) hingga tiba di Bundaran HI sekitar pukul 09.00 WIB.
“Saya tadi sepedaan berdua dari rumah di Kunciran Indah, Ciledug sama istri ke sini Bundaran HI,” kata Taslim saat ditemui di area Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (28/6).
Menurut dia, kedatangannya ke area CFD memang sengaja dilakukan untuk menyaksikan rangkaian seremoni ulang tahun Jakarta nan digelar di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin.
“Iya, emang sengaja pengin memandang aktivitas ulang tahun Kota Jakarta. Kebetulan katanya ini Car Free Day,” ujarnya.
Usai menikmati suasana di Bundaran HI, pasangan nan telah menikah sejak 1990 itu berencana langsung pulang. Namun, semangat bersepeda mereka tak berakhir sampai di situ. Taslim apalagi sudah mempunyai rencana gowes berikutnya berbareng sang istri.
“Kalau minggu depan mau sepedaan ke Pulau Cinta PIK 2,” katanya.
Bagi Taslim, bersepeda bukan sekadar hobi. Aktivitas tersebut menjadi bagian krusial dari perubahan style hidupnya sejak pandemi COVID-19.
Ia mengaku mulai rutin bersepeda setelah sempat terpapar COVID-19 beberapa tahun lalu. Sebelumnya, Taslim justru lebih menyukai touring menggunakan sepeda motor.
“Oh, COVID. Pas COVID tuh kebetulan saya kena COVID juga. Nah, udah main sepeda lah tuh,” ujarnya sembari tertawa.
Dari nan awalnya hanya coba-coba, Taslim sekarang mengaku ketagihan bersepeda. Bahkan, saat baru satu minggu menekuni kegemaran tersebut, dia sudah ikut gowes hingga Tanjung Pasir berbareng puluhan pesepeda lainnya.
“Pertama saya nolak diajak teman. Akhirnya sekarang ketagihan main sepeda,” katanya.
Menurut Taslim, faedah nan dirasakan dari bersepeda cukup signifikan. Ia mengaku kondisi fisiknya jauh lebih baik dibandingkan sebelum rutin berolahraga.
“Dulu badan saya gemuk, sering engap. Alhamdulillah sekarang jika jalan, naik tangga, dengkul kuat. Dulu sering sakit dengkul,” ujarnya.
Hal serupa juga dirasakan Yuli. Ia mengaku nyeri dengkul nan kerap muncul sekarang berkurang setelah rutin bersepeda berbareng suaminya.
“Lebih sehat, alhamdulillah,” kata Yuli.
Taslim pun berpesan kepada generasi muda agar tidak menunda berolahraga. Menurutnya, menjaga kesehatan sejak usia muda bakal memberikan faedah besar saat memasuki usia lanjut.
“Pesan saya buat anak muda, olahraga apa saja nan krusial rutin. Saya menyesal dulu waktu muda enggak pernah olahraga secara rutin. Manfaatnya kita dapat, jika sepeda mah, hiburannya dapat, olahraganya dapat, kesehatannya dapat, terus murah meriah,” tutupnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·