Cerita Warga Donoharjo Daftar Perlinsos Digital: Ada yang Selesai 5 Menit

Sedang Trending 56 menit yang lalu
Waluyo dan Hermi usai mengikuti program Perlinsos dan IKD di Kantor Kalurahan Donoharo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (13/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Sejumlah penduduk Kalurahan Donoharjo, Sleman, merasakan kemudahan saat mengikuti pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Proses nan sebelumnya memerlukan sejumlah arsip dan fotokopi disebut sekarang lebih ringkas dan dapat diselesaikan dalam hitungan menit.

Salah satu warga, Hermi, mengatakan dirinya pernah menerima support sosial sebelum adanya Perlinsos Digital. Dia kemudian membandingkan proses pengurusan support nan pernah dijalaninya dengan sistem nan diterapkan saat ini.

"Kalau dulu itu tetap ribet, banyak nan kudu dibawa, dokumen-dokumennya. Kalau sekarang lebih ringkas, ya. Untuk datanya juga masih, enggak sampai lima menit sudah selesai untuk Perlinsosnya," kata Hermi saat menceritakan testimoninya di Kantor Kalurahan Donoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (13/8).

Menurutnya, info nan digunakan dalam proses Perlinsos Digital juga akurat.

"Untuk info juga tetap akurat. Dari nan dulu belum pakai Perlinsos sama sekarang, untuk datanya tetap akurat," ujar Hermi.

Dalam program tersebut, masyarakat tidak hanya melakukan pendaftaran Perlinsos, tetapi juga dapat melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Warga lainnya, Yeni Wijayanti, mengatakan proses pendaftaran nan diikutinya dilakukan melalui jasa jemput bola. Dia memperoleh info mengenai jasa tersebut dari grup RT.

"Saya info dari grup RT," kata Yeni.

Yeni, penduduk nan mengikuti pendaftaran program Perlinsos dan IKD di Kantor Kalurahan Donoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (13/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Yeni mengatakan info nan diterimanya adalah mengenai jasa jemput bola untuk aktivasi IKD dan pendaftaran Perlinsos.

"Ya, itu ada jemput bola sertifikasi itu IKD sama Perlinsos, tuh," ujarnya.

Dalam proses tersebut, dirinya diminta menyiapkan KTP, melakukan aktivasi IKD melalui telepon seluler, kemudian melanjutkan proses pendaftaran Perlinsos.

"Cuma ini KTP, terus suruh mo—apa itu, mo—membuka ini loh, apa itu, mem-aplikasi di Play Store itu IKD-nya. Habis selesai itu, pindah ke Perlinsos. Heeh, Perlinsos itu. Terus selesai, minta ini, kode apa itu? Listrik. Nah, itu aja," kata Yeni.

Dia mengungkap tidak mengalami hambatan berfaedah selama mengikuti proses tersebut. Menurutnya, proses pelayanan setelah dirinya mendapatkan giliran juga berjalan singkat. Dia hanya perlu mengikuti tahapan verifikasi wajah dan mendapatkan PIN untuk IKD sebelum melanjutkan ke Perlinsos.

"Nggak ada. Lancar, alhamdulillah, ya," ujarnya.

"Udah kelak di sini minta tolong sama petugas itu untuk me-ini, tinggal kita foto wajah, terus dikasih nomor ini apa itu, Mas? PIN, PIN IKD. Terus lenyap itu kita ke Perlinsos. Nanti juga difoto, udah selesai," Yeni menambahkan.

Wiwin Septiarni, penduduk nan mengikuti pendaftaran program Perlinsos dan IKD di Kantor Kalurahan Donoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (13/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Sementara itu, penduduk lainnya, Wiwin Septiarni, juga mengikuti aktivasi IKD dan pendaftaran Perlinsos Digital. Namun, saat melakukan pendaftaran Perlinsos dia mengalami kendala.

"Yang IKD lancar, hanya nan Perlinsos itu terkendala di Densilnya belum ada," kata Wiwin.

Sebelumnya, Wiwin pernah menggunakan jasa pemerintah berbasis digital melalui Mobile JKN nan menurutnya dulu lebih mudah. Namun prosesnya tetap memerlukan waktu nan lama lantaran memerlukan sejumlah arsip dan berkas fotokopi.

"Lebih mudah nan dulu, tapi ya ribet, kudu fotokopi sana-sini. Fotokopi berkas ini, KTP, Kartu Keluarga," kata Wiwin.

Dia kemudian menjelaskan hambatan nan dirasakan ketika sistem digunakan. "Kadang di-loadingnya itu lama gitu," ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan