Bandung -
Tegar, seorang pengemudi pikap daring, kudu berlapang dada menerima realita ketika dia kudu mengangkut muatan nan tidak biasa. Paket nan disebut berisi besi dan baju rupanya berisi mayat wanita.
Jasa Tegar disewa oleh seorang laki-laki berinisial SDS (31). Pesanan itu dikemas menggunakan kardus berbentuk memanjang. Saat membawa paket di area Dunguscariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Tegar tak meletakkan berprasangka kepada SDS.
Namun siapa sangka, Tegar bukan mengangkut peralatan seperti nan dikatakan pemesan jasanya. Mobil pikap hitam kesayangannya digunakan untuk mengangkut mayit wanita nan dikemas dengan dus tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tegar mengaku tak mengetahui jika peralatan nan dia bawa merupakan mayat. Sebagai penyedia layanan, dia hanya menuruti kemauan pelanggan.
Tegar mengisahkan, paket kardus itu diketahui berisi mayit setelah Tegar menekan SDS dan menanyakan isi dari paket itu.
"Pas saya dia datang teh mau ngambil peralatan kan, saya tanya barangnya apa, di mana, terus tujuannya ke mana? Nah dia jelasin, pas barangnya tuh udah di jalan gitu, udah udah di pinggir jalan," kata Tegar, dilansir detikJabar, Rabu (2/9/2026).
Tegar menyebut dia tidak membantu mengangkat dus nan dibawa pelaku dari indekosnya, melainkan dus itu sudah ada di pinggir jalan.
"Enggak, jika sampai dari kosan ke jalan mah saya enggak tahu, pokoknya udah di jalan, udah siap naik gitu. Terus dia bilang, 'A, ini berat katanya, minta tolong diangkat.' Nah, kata saya teh, 'A, kan itu ada trolinya di bawahnya, A, sorong aja deketin ke mobil.' Nah dia deketin, waktu naikin kan saya belum curiga, jadi saya bantu kayak sedikit ngangkat dikit gitu buat naikin. Nah dari situ udah udah naik, udah jalan, mulai kecium bau, saya curiga," ungkapnya.
Karena permintaan pelaku untuk jalan dulu, Tegar akhirnya menurut. Namun, dia penasaran dengan isi paket itu dan mengaku resah lantaran pelaku tak jujur.
"Saya makin curiga, saya tanya, saya pastikan lagi bahwa si peralatan ini apa dalamnya? Dia jawab, 'Ini dalamnya besi sama baju.' Saya tetap curiga, saya tanya lagi, "Ini apa?" dia tetap jawabnya gitu. Terus saya bilang, "Kalau emang itu, gimana jika kita buka?" Nah, dia bilang, "Jangan jangan jangan," dia kayak menolak itulah. Nah di situ saya semakin curiga, saya mulai takut juga, mulai panik juga kan tahu semakin percaya bahwa itu apa," ungkap Tegar.
Karena pelaku tak jujur dan menolak bungkusan paket itu dibuka, Tegar memilih menurunkan pelaku beserta paketnya.
Disinggung mengenai ke mana jasad korban bakal dibawa oleh pelaku, Tegar menyebut bakal dibawa ke Kopo, ke tempat travel.
"Dia pertamanya bilang mau ke Kopo, ke Kopo nan banyak travel dia bilangnya. Caringin ke depan katanya di kolong flyover itu," ujarnya.
Baca selengkapnya di sini
(idh/dhn)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·