Kebakaran di area Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, menghanguskan sejumlah rumah sehingga penduduk terdampak mengungsi di tenda Lapangan Jusuf Hamka. Sejumlah siswa sekolah kompak mengunjungi temannya nan menjadi penduduk terdampak kebakaran.
Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (3/6/2026), sekitar Lapangan Jusuf Hamka didatangi siswa sekolah nan mengunjungi temannya sejak jam pulang sekolah pukul 15.30 WIB. Salah satu siswa kelas XI-4 di SMA Muhammadiyah 2 Jakarta, Keisya, rumahnya terdampak kebakaran.
"Dari kemarin pas malam, awalnya dia (menunjuk temannya) nan nanya. Terus dia (Keisya) bilang, 'Iya, kena.' Kaget sih, sedih juga, lantaran kawan kita nggak bisa, apa namanya, semua-semua ininya, barangnya kebakar hangus," ungkap kawan sekelas Keisya, Kezia, saat mendengar Keisya menjadi korban kebakaran.
Dari kejadian itu, teman-temannya memutuskan untuk mendatangi Keisya pada hari ini. Kunjungan itu dilakukan secara terencana dan bukan mendadak.
"Itu kita rencanain sih. Iya, buat ngejenguk Keisya ini udah kita rencanain dari kemarin. Jadi kita, kita nggak mendadak kok," ujar kawan sekelas lain, Azka.
Azka menjelaskan siswa sekelas membawa support untuk Keisya. Mereka membawa pakaian, tas, hingga duit tunai.
"Barang-barang nan dibawa mungkin ini, ada apa ya, pakaian, terus juga tas, terus juga apa ya, ada sedikit duit tunai sih," ujarnya.
Sementara itu, Keisya merasa senang dengan kunjungan nan dilakukan teman-temannya. Meski begitu, dia merasa merepotkan teman-temannya.
"Senang aja, juga tapi takut ngerepotin, soalnya lumayan jauh juga, kan. Terus juga tadi ada nan naik bajaj, uangnya juga kayak ini, terus juga ngerasa bersalah juga soalnya saya bendahara," katanya.
Meski demikian, Keisya merasa terhibur dengan kehadiran temannya di tengah musibah kebakaran. "Terhibur lumayan lah biar lepas pikirannya juga," katanya.
Wali kelas mereka, Asma Zulhijjah, mengungkap solidaritas muridnya telah terjalin sejak kelas X. Dia merasa berterima kasih muridnya mempunyai empati nan tinggi.
"Iya, benar, lantaran kan mereka sudah berbareng dari kelas X gitu. Walaupun ada nan beda kelas, tapi mereka udah sering main gitu. Jadi eh tadi saya juga bilang, 'Yang bisa silakan ikut, nan memang tidak bisa diizinkan orang tua,' lantaran kan kudu ada izin orang tua juga ya, Pak. Gitu. Itu bisa nitip dalam corak bantuan nan lain, kayak gitu. Seperti itu sih. Alhamdulillah mereka juga apa, sangat berempati tinggi, gitu," kata Asma.
(rfs/rfs)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·