Cerita Sabar-sabar Menunggu di Soetta yang Akhirnya Dibuka

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Tangerang -

Sejumlah calon penumpang kudu sabar menunggu berhari-hari saat Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ditutup imbas sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Kesabaran calon penumpang akhirnya berbuah hasil saat Bandara Soetta resmi beraksi kembali, pada Selasa (8/9).

Sebelumnya, Bandara Soetta ditutup sementara sejak Minggu (6/9). Akibatnya, sejumlah penerbangan, baik domestik maupun internasional, dibatalkan alias ditunda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam masa penantian ini, beragam kisah dialami calon penumpang nan kudu menunggu hingga Bandara Soetta beraksi kembali. Salah satunya cerita Mulyani, calon tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia.

Ia mengaku perjalanannya tertunda dua hari. Dia menyebut perjalanannya tertunda gara-gara Bandara Soetta ditutup.

"(Perjalanan tertunda) dua hari, dari tanggal 6 sampai tanggal 7," kata Mulyani saat ditemui di Terminal 3, Bandara Soetta, Selasa (8/9).

Mulyani mengaku berterima kasih akhirnya bisa berangkat ke Taiwan untuk bekerja. Sebelumnya dia sempat resah lantaran perjalanannya tertunda dua hari.

"(Perasaannya) seneng banget sih, ini kan nan ditunggu-tunggu kita calon-calon TKW ya, sama TKL," ujarnya.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali beraksi setelah sempat ditutup selama dua hari akibat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Aktivitas penerbangan kembali berjalan pada Selasa (8/9/2026).Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali beraksi setelah sempat ditutup selama dua hari akibat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Aktivitas penerbangan kembali berjalan pada Selasa (8/9/2026). (Gilang Faturahman/detikFoto)

Sementara itu, Mark, penduduk negara Hong Kong, mengatakan keberangkatannya sempat dibatalkan imbas penutupan Bandara Soetta. Namun dia akhirnya mendapat agenda penerbangan hari ini.

"Jadi kami berencana terbang pada hari Minggu, tapi sekarang kami kudu tinggal sampai hari Selasa," ucap Mark.

Dia mengaku lega akhirnya bisa kembali ke Hong Kong. Sebelumnya, Mark hanya bisa pasrah menunggu penerbangan kembali dibuka lantaran musibah alam adalah peristiwa alamiah.

"Ya, sangat, sangat lega bisa terbang hari ini. Ini bukan... ini bukan salah siapa-siapa. Ini hanya kejadian alam, jadi ya, kami hanya menunggu sampai kami bisa mendapatkan penerbangan dan tidak ada perihal lain nan bisa kami lakukan," imbuhnya.

Mark, penduduk negara Hong KongMark, penduduk negara Hong Kong. (Taufiq/detikcom)

Selanjutnya, ada pula kisah Mariyati (50). Perempuan asal Lampung itu sedang transit di Bandara Soetta untuk melanjutkan perjalanan ke Kalimantan. Dia, nan datang berbareng anak dan cucunya, terpaksa tidur di airport sejak beberapa hari lalu.

"Di sini sudah mau empat hari, dari Sabtu malam saya berangkat, sampai sini (Bandara Soetta) jam 02.00 WIB subuh," ujar Mariyati saat ditemui di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta.

Mariyati menceritakan, perjalanannya dari Lampung ke Kalimantan berujung membuatnya terjebak nyaris empat hari. Saat transit, dia mendapat berita bahwa penerbangannya dibatalkan lantaran sebaran abu vulkanik sampai ke wilayah Banten.

"Nunggu di airport ini saja. Ya duduk-duduk, sampai bosan, sampai jengkel rasanya hati saya," ujarnya.

Mariyati memilih tidur di airport alih-alih mencari penginapan. Selain lantaran belum familiar dengan area sekitar, dia mengantisipasi pengeluarannya membengkak.

"Nggak tahu, saya baru kali ini ke sini jadi nggak tahu mau menginap di mana. Di sini saja di airport paling mudah," ucapnya.

Setiap hari Mariyati selalu memastikan waktu keberangkatan pesawatnya. Ia merasa resah andaikan kondisi penutupan tersebut berjalan lama.

"Aduh, rasanya deg-degan. Kapan bisanya? Bisa enggak berangkatnya, kata saya. Nanti dibatalkan lagi kata saya, sudah capek," katanya.

Tak hanya itu, Mariyati juga mengaku kesulitan perihal konsumsi. Ia kudu mencari makanan ke luar area airport agar mendapatkan nilai nan lebih terjangkau.

"Pertamanya ya saya enggak makan, tak bersuara saja di sini, jika di sini mahal. Ya enggak ada nasi seperti nan biasa. Makanannya hanya bakso, es saja, roti. Mahal-mahal lagi ya," ucapnya.

Akhirnya, anak Mariyati mendapat support dari abdi negara kepolisian di bandara. Kepolisian setempat menawarkan support untuk mengantar anaknya membeli makanan di luar area bandara.

"Anak saya kan cari-cari nasi, kecapekan, enggak ketemu. Jadi duduk-duduk dia merokok. Terus ditanya sama polisi, 'Sudah makan belum? Kenapa belum makan? Sudah ikut saya saja, saya antar,' kata polisinya," ungkap Mariyati.

Mariyati nginap 3 hari di Bandara Soetta imbas penutupan (Taufiq Syarifudin/detikcom)Mariyati menginap 3 hari di Bandara Soetta imbas penutupan. (Taufiq Syarifudin/detikcom)

Setelah menunggu nyaris empat hari, Mariyati akhirnya mendapat kepastian penerbangan seiring kembali beroperasinya Bandara Soekarno-Hatta hari ini.

"Jam 13.00 WIB ini, alhamdulillah sudah pasti bisa. Mudah-mudahanlah, jadi berangkat hari ini. Enggak ada abu vulkanik lagi, jangan, alhamdulillah," imbuhnya.

(isa/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News