Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal (Purn) Dudung Abdurrachman menjadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) di Istana Negara Jakarta, Senin (27/4/2026). Dudung bukan orang baru dalam hidup Prabowo. Keduanya sudah kenal lama sejak sama-sama berdinas di militer.
Saat tetap menjadi Menhan, Prabowo pernah bercerita kisah perkenalannya dengan mantan KSAD Dudung Abdurachman. Prabowo mengenal Dudung sejak tetap menjadi perwira balok satu alias Letnan Dua (letda). Saat itu, Dudung bekerja di Batalyon Infanteri Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti alias Yonif RK 744/SYB.
Yonif RK 744/SYB merupakan pasukan pertempuran infanteri nan berada di bawah kendali Brigif 21/Komodo Kodam IX/Udayana. Di sana Dudung menjabat sebagai komandan peleton Kompi B Yonif RK 744/SYB dari tahun 1989 hingga 1994. Dudung merupakan lulusan Akmil tahun 1988.
"Saya kenal dengan KSAD sejak tetap berkedudukan Letnan Dua di Batalyon 744 di Dili, Timor Timur," ujar Prabowo dalam pesan tertulisnya, Selasa (8/2/2022).
Prabowo memuji Dudung sebagai sosok prajurit dahsyat dan kenal baik karakter serta memperjuangkan kesejahteraan pasukannya.
"Beliau orang lapangan dan mengerti keadaan pasukan, prajurit, dan peduli bakal kesejahteraan anggotanya," ujar Prabowo.
Oleh karenanya, Prabowo meyakini rekam jejak Dudung dapat membawa matra darat TNI semakin mumpuni dalam menyelesaikan misi dan tugas negara.
“Saya percaya bahwa di bawah kepemimpinan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman TNI AD bakal semakin kuat dan lebih dahsyat lagi,” ujar Prabowo saat itu.
Dudung Kagumi Prabowo
Dalam wawancara terpisah, Dudung juga mengakui kedekatannya dengan Prabowo sudah terjalin sejak lama. “Saya kenal beliau waktu saya Letnan Dua (Letda). Waktu itu beliau Danyon 328 tugas operasi di Timor Timur,” ujar Dudung pada 15 Januari 2024.
Selama dipimpin Prabowo, kata Dudung, Batalyon 328 menjadi batalyon terbaik dalam penugasan di Timor Timur.
"Saya tanya ke beberapa perwiranya di 328, rupanya memang kesejahteraannya luar biasa kesatuan itu. Kemudian banyak peralatan-peralatan nan diadakan oleh pak Prabowo sendiri secara pribadi dan termasuk militansinya beliau," kata dia.
Prabowo mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Mayor ke Letnan Kolonel (Letkol) lantaran keberhasilannya memimpin Yonif PR 328/Dirgahayu.
"Saya kagum sama beliau," ungkap Dudung.
Dudung Bicara Peran Prabowo dalam Militer
Dudung juga bersaksi Prabowo sangat memperhatikan Akademi Militer selama menjabat Menhan. Dudung mengatakan, sejumlah akomodasi telah dibangun menjadi jauh lebih baik bagi para calon perwira TNI.
"Seolah beliau mau katakan bahwa kita jangan kalah sama West Point (Akmil Amerika Serikat) lantaran mereka begitu megah. Bangsa kita adalah bangsa nan besar kita tunjukkan pada bumi bahwa Indonesia juga mempunyai Akmil nan hebat," ucap Dudung.
Saat bekerja sama sebagai KSAD dan Menhan, Dudung menyebut Prabowo selalu memperhatikan segala kebutuhan TNI terutama perangkat utama sistem senjata (alutsista).
"Bicara soal alutsista, sebetulnya alutsista itu kita sendiri nan mengusulkan, jadi Kepala Staf Angkatan dan bukan kemauan pak Prabowo, jadi berasas kemauan kita, beliau tuh hanya melanjutkan dan memesankan, selama ini kita terpenuhi, termasuk rumah prajurit," ungkap Dudung.
Dudung Emban Jabatan Baru sebagai KSP
Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal (Purn) Dudung Abdurrachman menjadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) di Istana Negara Jakarta, Senin (27/4/2026). Adapun, Dudung menggantikan posisi Muhammad Qodari.
Sementara itu, Qodari sekarang menjabat Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) menggantikan Angga Raka Prabowo.
Pelantikan keduanya dilakukan secara berbarengan berasas Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 51 P Nomor Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode Tahun 2024-2029.
Prabowo lantas membimbing keduanya membacakan sumpah dan jabatan. Dudung dan Qodari berjanji bakal menjalankan tugas sebaik-baiknya dan menjunjung tinggi etika jabatan.
"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya bakal setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta bakal menjalankan segala peraturan perundang-perundangan dengan selurus-lurusnya demi darma hormat saya kepada bangsa dan negara," kata Dudung dan Qodsri membacakan sumpah jabatan
"Bahwa saya dalam menjalankan tugas kedudukan bakal menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tangung jawab," sambungnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·