Cerita Pedagang Berburu Rezeki di CFD Rasuna Said, Bersiap Sejak Subuh

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Wawancara dengan Pedagang Cheese Stick dan Thrifting CFD Rasuna Said, Sisi (35), Minggu (5/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Matahari belum muncul ketika sebagian besar penduduk Jakarta tetap terlelap. Namun, bagi sejumlah pedagang di area Car Free Day (CFD) Jalan Rasuna Said, Jakarta, hari sudah dimulai jauh lebih awal.

Setiap Minggu pagi, area ini dipadati penduduk nan datang untuk berolahraga, melangkah santai, alias sekadar menikmati suasana akhir pekan berbareng keluarga.

Di kembali ramainya aktivitas tersebut, ada para pedagang nan ikut menghidupkan sisi jalan, menawarkan beragam dagangan sembari berambisi membawa pulang rezeki.

Sebelum fajar menyingsing, mereka telah menyiapkan lapak, menata peralatan dagangan, hingga memastikan semuanya siap menyambut para visitor CFD.

“Saya jualannya dari persiapannya dari jam 5 pagi,” ujar Sisi (35), pedagang cheese stick dan baju thrifting nan berdagang di CFD Rasuna Said, Minggu (7/5).

Hal serupa dilakukan Rendi (23), pedagang pempek nan apalagi kudu berangkat sejak pukul empat pagi agar dapat membuka lapaknya tepat waktu.

“Ini jika CFD saya mulai dari jam 5 sudah prepare sampai jam 10, ada nan sampai jam 9. Kalau di sini kan di Rasuna jam 10 beresnya,” ujar Rendi.

Rezeki nan Tak Selalu Sama

Besarnya pendapatan nan diperoleh para pedagang setiap Minggu tidak selalu sama. Ada nan bisa membawa pulang omzet ratusan ribu rupiah, apalagi ada nan mencapai jutaan rupiah dalam sehari. Namun, hasil tersebut berjuntai pada ramainya visitor dan kondisi penjualan.

“Di sini kan katanya kan kemarin kan sudah pernah sekali dan lumayan lah ada pemasukan enggak terlalu mini juga omzetnya ya dapat, sejuta omzetnya,” ujar Rendi.

Wawancara dengan pedagang pempek CFD Rasuna Said, Rendi (23), Minggu (5/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Bagi Sisi, berdagang di CFD belum menjadi sumber pendapatan terbesar. Ia mengaku justru memperoleh omzet lebih tinggi ketika mengikuti beragam aktivitas di area perkantoran Jakarta.

“Omzetnya lebih besar di kantoran sih,” ujar Sisi.

Sisi telah berdagang di area CFD Rasuna Said sejak April, saat CFD di letak tersebut mulai diselenggarakan. Sementara itu, Rendi baru pertama kali mencoba peruntungan dengan membuka lapak di area tersebut.

Di kembali angan memperoleh penghasilan tambahan, para pedagang juga menghadapi tantangan nan berbeda-beda.

Kegiatan Walk On The Road berbareng organisasi RCGI (Radio Control Group Indonesia) di CFD Rasuna Said, Minggu (5/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Bagi Sisi, persoalan nan paling sering ditemui adalah keberadaan oknum nan meminta duit sewa lapak setiap kali berjualan.

Pengalaman berbeda dirasakan Rendi. Selama berdagang di area tersebut, dia mengaku belum pernah menemui praktik serupa.

“Alhamdulillah di sini enggak ada calo, enggak ada apa-apa,” katanya.

Bagi para pedagang, CFD bukan hanya menjadi ruang publik untuk berolahraga dan berekreasi. Di kembali keramaian setiap Minggu pagi, area ini juga menjadi tempat menggantungkan harapan, tempat mereka memulai hari sejak sebelum mentari terbit demi membawa pulang rezeki untuk keluarga.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan