Cerita Pandawara Group Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Talkshow soal lingkungan menghadirkan pihak Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Pandawara Group dan mahasiswa Universitas Muria Kudus di Auditorium Universitas Muria Kudus, Jawa Tengah pada Sabtu (12/9/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Pandawara Group merupakan organisasi nan beranggotakan pemuda asal Bandung, Jawa Barat. Mereka dikenal melalui tindakan bersih-bersih sungai dari sampah.

Namun, upaya mereka membujuk masyarakat peduli terhadap lingkungan tidak selalu melangkah mulus. Anggota Pandawara Group, Muchamad Ikhsan, mengatakan mereka sempat mendapat cibiran dari orang-orang terdekat saat pertama kali memulai aktivitas tersebut.

"Ada nyinyiran dari orang terdekat. Kami dibilang sok-sokan ketika mau memulai perihal baru. Tetapi kami tetap melangkah sembari memberikan edukasi," katanya saat sesi talkshow Green Campus di Universitas Muria Kudus, Sabtu (12/9).

Ikhsan mengatakan pencapaian Pandawara Group hingga saat ini dimulai dari tindakan mini untuk peduli terhadap lingkungan. Hal tersebut membuatnya optimistis untuk terus membujuk masyarakat melakukan perihal serupa.

"Pandawara Group berada di titik ini awalnya dimulai dengan tindakan peduli lingkungan nan tentunya dimulai dari perihal kecil. Walaupun, terkadang kita baru sadar untuk peduli lingkungan ketika sudah terdampak masalah lingkungan," terangnya.

Anggota Pandawara Muchamad Ikhsan memberikan penjelasan saat aktivitas talkshow nan digelar di Auditorium Universitas Muria Kudus, Jawa Tengah pada Sabtu (12/9/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Menurut Ikhsan, salah satu persoalan lingkungan nan kerap muncul adalah sampah nan menumpuk di sungai. Tumpukan sampah tersebut dapat memicu musibah banjir.

"Nah makanya bisa dimulai dulu dengan perihal mini seperti membawa tumbler sendiri," ujarnya.

Sebagai organisasi nan bergerak di bagian lingkungan, Pandawara Group menggunakan pendekatan komunikasi kepada masyarakat untuk mendorong perubahan perilaku. Menurut Ikhsan, pendekatan tersebut dilakukan secara bertahap.

"Gaya komunikasi pendekatan kami dari nan tidak tahu menjadi tahu. Kemudian dari nan sudah tahu menjadi mau," jelasnya.

Ia tak menampik membujuk masyarakat peduli terhadap lingkungan tidak mudah. Hal tersebut dialaminya setiap kali berjamu ke sejumlah daerah.

"Maka dari itu mahasiswa juga kudu peduli terhadap lingkungan. Karena kita semua di sini tidak hanya menumpang hidup. Kita di sini berdampingan dengan lingkungan, sehingga jangan merugikan lingkungan sekitar," ucapnya.

Senada, personil Pandawara Group Muhammad Rafly mengatakan diperlukan pendekatan untuk mengubah perilaku masyarakat agar lebih sadar terhadap lingkungan. Menurut dia, pendekatan nan dilakukan kudu variatif.

"Green Campus merupakan wadah nan cocok ketika ada buahpikiran soal peduli lingkungan agar bisa dieksekusi bersama-sama lewat Green Campus," jelasnya.

Program Officer Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Dandy Mahendra saat memberikan penjelasan pada talkshow di Auditorium Universitas Muria Kudus, Jawa Tengah pada Sabtu (12/9/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Sementara Program Officer Bakti Lingkungan Djarum Foundation Dandy Mahendra mengatakan aktivitas pemilahan sampah telah dilakukan melalui program Kudus Asik. Sampah organik dari rumah tangga dipilah untuk kemudian diolah menjadi pupuk.

"Sampah organik ini diolah kembali menjadi pupuk. Selanjutnya, pupuk tersebut digunakan untuk menyuburkan tanaman nan digunakan untuk program penanaman," imbuhnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan