Cerita Orang Tua Murid saat SD di Jaksel Diteror Bom

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 15 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, nan semestinya penuh keceriaan, mendadak berubah menjadi kepanikan massal.

Situasi ini dipicu oleh adanya ancaman teror peledak nan memaksa pihak sekolah memulangkan seluruh siswa lebih awal demi keselamatan mereka.

Suasana mencekam tersebut dirasakan langsung oleh Alfie, salah satu orang tua siswa nan rumahnya berada tepat di depan sekolah. Pada Senin (13/7) pagi itu, Alfie baru saja mengantarkan kedua anaknya nan duduk di bangku kelas II dan kelas VI sekolah dasar.

"Awalnya pagi itu, belum ada apa-apa ya, saya nganterin anak saya nan kedua tuh sampai gerbang sekolah, itu tetap aman, tetap biasa," kata Alfie kepada wartawan di kediamannya.

Suasana berubah sekitar pukul 07.30 WIB. Alfie mengaku mengetahui adanya dugaan ancaman peledak setelah suaminya memandang sejumlah polisi mendatangi sekolah. Informasi serupa kemudian diperoleh dari rekannya nan menjadi panitia MPLS di sekolah tersebut.

"Katanya ada teror bom, nah disitu langsung panik. Hah, teror bom, anak-anak tetap di sekolahan, terus gimana gitu. Ya ini belum tau nih, polisi tetap nyelidikin gitu," ungkap Alfie mengingat momen menegangkan tersebut.

Di tengah info nan tetap simpang siur, kekhawatiran para orang tua siswa semakin meningkat. Melalui grup WhatsApp, mereka terus meminta pihak sekolah segera memulangkan anak-anak demi menghindari akibat nan tidak diinginkan.

Pihak sekolah kemudian memutuskan mengevakuasi seluruh siswa, mulai dari kelas I hingga kelas VI. Sekitar pukul 09.00 WIB, gerbang sekolah dibuka dan seluruh siswa dipulangkan secara berbarengan dengan pengamanan dari aparat.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑