Cerita Ojol yang Motornya Sempat Diangkut Dishub DKI

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Sudinhub Jakarta Timur mendatangi kediaman pengemudi ojol nan memohon motornya tak diangkut. Foto: Dok. Dishub DKI Jakarta

Video seorang pengemudi ojek online (ojol) berjulukan Sulis Agung Wibowo memanjat truk Dinas Perhubungan DKI Jakarta saat sepeda motornya diangkut di area Jatinegara, Jakarta Timur, viral di media sosial.

Dalam video nan beredar, ojol tersebut tampak memohon agar motornya tak diangkut petugas. Di tangan ojol tersebut, tampak dia sedang menenteng pesanan pelanggan.

Sementara itu, terlihat petugas Dishub tengah melakukan penertiban parkir liar dan mengangkut sejumlah kendaraan.

Meski sempat memanjat truk Dishub nan mengangkut motornya, petugas tetap melanjutkan proses penindakan.

Menanggapi perihal itu, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Harlem Simanjuntak menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi saat operasi penertiban parkir liar di Jalan Jatinegara Timur, tepatnya di depan J-Town, pada Rabu (17/6).

Menurut Harlem, operasi itu dilakukan oleh tim campuran nan terdiri dari Sudinhub Jakarta Timur, Satpol PP, Sudin Sosial, dan Kepolisian.

"Penertiban dilakukan oleh tim campuran Sudinhub Jakarta Timur, Satpol PP, Sudin Sosial, dan Kepolisian sesuai ketentuan nan berlaku," kata Harlem dalam keterangannya nan diterima kumparan, Jumat (19/6).

Harlem mengatakan penertiban merujuk pada Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi.

Dalam operasi tersebut, petugas melakukan sejumlah tindakan, mulai dari penderekan kendaraan, angkut jaring untuk kendaraan roda dua, hingga Operasi Cabut Pentil (OCP) terhadap kendaraan nan melanggar patokan parkir.

Ia menjelaskan, saat operasi berlangsung, petugas menindak lima sepeda motor nan parkir di atas trotoar dengan tindakan angkut jaring. Salah satu kendaraan nan ditindak merupakan milik pengemudi ojol nan videonya kemudian viral di media sosial.

"Pada saat kegiatan, petugas melakukan tindakan angkut jaring terhadap lima unit sepeda motor nan parkir di atas trotoar. Salah satu kendaraan diketahui milik pengemudi ojek online nan datang setelah kendaraannya berada di atas truk angkut," ujarnya.

Harlem menuturkan, demi menjaga keselamatan proses pengangkutan serta menghindari akibat bagi petugas maupun pengguna jalan lain, pemilik kendaraan diarahkan untuk mengambil motornya di Kantor Sudinhub Jakarta Timur.

"Kami memahami kendaraan merupakan sarana utama untuk bekerja. Karena itu petugas mengedepankan pendekatan humanis dan memberikan penjelasan secara baik kepada nan bersangkutan," kata Harlem.

Dishub: Motor Sudah Dikembalikan

Sudinhub Jakarta Timur mendatangi kediaman pengemudi ojol nan memohon motornya tak diangkut. Foto: Dok. Dishub DKI Jakarta

Harlem menambahkan, setelah tiba di instansi Sudinhub Jakarta Timur, pemilik kendaraan langsung dilayani sesuai prosedur. Ia diminta membikin surat pernyataan untuk tidak mengulangi pelanggaran parkir sebelum kembali membawa motornya.

Ia menegaskan penertiban dilakukan kepada seluruh kendaraan nan melanggar patokan parkir tanpa membedakan pekerjaan pemilik kendaraan.

"Penertiban ini bermaksud menjaga kegunaan trotoar bagi pejalan kaki serta menciptakan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas. Kami membujuk seluruh masyarakat untuk mematuhi patokan parkir demi kenyamanan bersama," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin memastikan sepeda motor milik pengemudi ojol tersebut telah dikembalikan pada hari nan sama.

"Sudah dan hari itu juga sudah diambil motornya," kata Budi saat dikonfirmasi.

Dishub Datangi Sang Ojol ke Rumah

Sudinhub Jakarta Timur mendatangi kediaman pengemudi ojol nan memohon motornya tak diangkut. Foto: Dok. Dishub DKI Jakarta

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan dan kesalahpahaman nan muncul mengenai penertiban parkir liar terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol), Sulis Agung Wibowo, di area Jatinegara, Jakarta Timur.

Permohonan maaf itu disampaikan langsung oleh Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Harlem Simanjuntak nan mendatangi kediaman Sulis pada Sabtu (20/6).

“Kami memohon maaf atas kegaduhan nan timbul di masyarakat. Pertemuan ini kami lakukan untuk menjelaskan kronologi nan sebenarnya sekaligus menyampaikan langsung kepada Pak Sulis bahwa kejadian ini menjadi bahan pertimbangan bagi kami agar penyelenggaraan penertiban ke depan dapat melangkah lebih baik lagi,” ujar Harlem dalam keterangannya, Sabtu (20/6).

Harlem menjelaskan, penertiban dilakukan pada Rabu (17/6) di area Jatinegara saat petugas menindak kendaraan nan kedapatan parkir di trotoar dan bukan berada di letak parkir resmi.

Menurut dia, saat proses penertiban berlangsung, Sulis mendatangi petugas ketika sepeda motornya sudah dimuat ke mobil angkut. Namun lantaran proses pengangkutan sedang melangkah dan mempertimbangkan aspek keselamatan petugas maupun pengguna jalan lainnya, Sulis diarahkan untuk mengikuti petugas menuju Kantor Sudinhub Jakarta Timur.

Setibanya di kantor, Sulis mengakui kesalahannya lantaran memarkirkan kendaraan di letak nan tidak semestinya. Ia kemudian menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi pelanggaran parkir.

Setelah proses manajemen selesai, kendaraan tersebut langsung dikembalikan kepada Sulis tanpa dikenakan biaya apa pun.

Dalam pertemuan tersebut, Sulis juga membenarkan kendaraannya telah diambil kembali pada hari nan sama setelah menyelesaikan proses nan diminta petugas.

“Saya mengakui salah lantaran parkir tidak pada tempatnya. Saya ikut ke instansi Sudinhub Jakarta Timur, menandatangani surat pernyataan, dan motor saya langsung bisa dibawa pulang pada hari itu juga tanpa biaya apa pun. Saya juga berjanji tidak bakal mengulangi lagi,” kata Sulis.

Sementara itu, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Cyril Raoul Hakim (Chico Hakim) menyebut penertiban kudu tetap ditegakkan. Namun, sisi humasis juga kudu dikedepankan.

“Di satu sisi penertiban tanpa pandang bulu krusial ditegakkan,” ujar Chico.

“Di sisi lain pertimbangan berbasis kepekaan dan humanisme juga wajib dikedepankan. Semoga ke depan lebih baik lagi,” kata dia.

Kata Wagub Rano

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di Taman Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/6)/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan pihaknya bergerak sigap merespons polemik penertiban oleh Dishub terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) nan viral di media sosial.

Rano mengatakan pihak Dishub telah mendatangi langsung kediaman pengemudi ojol tersebut.

“Suku Dinas Perhubungan sudah mendatangi kediamannya. Artinya, kami bergerak cepat. Kami semua juga memantau info perkembangan melalui Instagram,” ungkap Rano usai aktivitas Festival Bung Karno di Taman Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/6).

Menurut Rano, beragam info nan berkembang di media sosial turut menjadi perhatian Pemprov dalam mengambil langkah tindak lanjut.

“Hal itu menjadi salah satu referensi kami. Kami sangat merespons dengan sigap andaikan ada perihal nan bisa segera kami lakukan,” tuturnya.

Meski demikian, Rano mengakui penyelesaian dan pembenahan terhadap suatu persoalan tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, terdapat proses nan kudu dilalui agar perbaikan dapat melangkah secara menyeluruh.

“Namun, meskipun respons kami cepat, proses perbaikan tentu memerlukan waktu. Itu adalah realitas nan tidak bisa dipungkiri,” tutur dia.

Rano juga menyampaikan Dishub bakal menggelar apel pada Minggu (21/6) sebagai corak tindak lanjut.

“Oke, besok Dishub apel ya. Besok Dishub apel,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan