Cerita Mariyati Nginap 3 Hari di Bandara Soetta Imbas Penutupan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Tangerang -

Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) sempat membikin sejumlah calon penumpang kewalahan akibat pembatalan penerbangan. Bahkan, ada nan kudu menginap dan tidur di ruang tunggu bandara.

Salah satunya Mariyati (50), penduduk asal Lampung nan transit di Bandara Soetta untuk melanjutkan perjalanan ke Kalimantan. Dia nan datang berbareng anak dan cucunya terpaksa tidur di airport sejak beberapa hari lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di sini sudah mau empat hari, dari Sabtu malam saya berangkat, sampai sini (Bandara Soetta) jam 02.00 WIB subuh," ujar Mariyati saat ditemui di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (8/9/2026).

Mariyati menceritakan, perjalanannya dari Lampung ke Kalimantan berujung membuatnya terjebak nyaris empat hari. Saat transit, dia mendapat berita bahwa penerbangannya dibatalkan lantaran sebaran abu vulkanik sampai ke wilayah Banten.

"Nunggu di airport ini saja. Ya duduk-duduk, sampai bosan, sampai jengkel rasanya hati saya," ujarnya.

Mariyati memilih tidur di airport alih-alih mencari penginapan. Selain lantaran belum familiar dengan area sekitar, dia juga mengantisipasi pengeluarannya membengkak.

"Nggak tahu, saya baru kali ini ke sini jadi nggak tahu mau menginap di mana. Di sini saja di airport paling mudah," ucapnya.

Setiap hari Mariyati selalu memastikan waktu keberangkatan pesawatnya. Ia merasa resah andaikan kondisi penutupan tersebut berjalan lama.

"Aduh, rasanya deg-degan. Kapan bisanya? Bisa enggak berangkatnya, kata saya. Nanti dibatalkan lagi kata saya, sudah capek," katanya.

Tak hanya itu, Mariyati juga mengaku kesulitan perihal konsumsi. Ia kudu mencari makanan ke luar area airport agar mendapatkan nilai nan lebih terjangkau.

"Pertamanya ya saya enggak makan, tak bersuara saja di sini, jika di sini mahal. Ya enggak ada nasi seperti nan biasa. Makanannya hanya bakso, es saja, roti. Mahal-mahal lagi ya," ucapnya.

Akhirnya, anak Mariyati mendapat support dari abdi negara kepolisian di bandara. Kepolisian setempat menawarkan support untuk mengantar anaknya membeli makanan di luar area bandara.

"Anak saya kan cari-cari nasi, kecapekan, enggak ketemu. Jadi duduk-duduk dia merokok. Terus ditanya sama polisi, 'Sudah makan belum? Kenapa belum makan? Sudah ikut saya saja, saya antar,' kata polisinya," ungkap Mariyati.

Setelah menunggu nyaris empat hari, Mariyati akhirnya mendapat kepastian penerbangan seiring kembali beroperasinya Bandara Soekarno-Hatta hari ini.

"Jam 13.00 WIB ini, alhamdulillah sudah pasti bisa. Mudah-mudahanlah, jadi berangkat hari ini. Enggak ada abu vulkanik lagi, jangan, alhamdulillah," pungkasnya.

Simak juga Video 'Bandara Lampung Kembali Buka Usai Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau':

(tsy/isa)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News