Jakarta -
Kebakaran yang menghanguskan sejumlah rumah kontrakan dan lapak terjadi di Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim). Seorang korban berjulukan Annes (21) mengatakan dirinya sempat mendengar ledakan saat kebakaran berlangsung.
"Waktu kejadian saya memang lagi di dalam, lagi nonton dan juga lagi rebahan main handphone. Tiba-tiba ada kecium asap muncul, langsung keluar memandang dari arah ke sini, ke lorong ini. Dan juga pas kejadian itu api udah mulai membesar, ada bunyi ledakan dari dalam," kata Annes ditemui di letak kebakaran.
Setelah itu, Annes kemudian panik dan melarikan diri. Annes bercerita jika dirinya tak sempat menyelamatkan barang-barangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau mengamankan peralatan saya sih nggak sempat lantaran kan panik gitu. Jadi nggak sempat sama sekali untuk menyelamatkan peralatan berharga," kata dia.
Warga berjulukan Annes korban kebakaran di Duren Sawit, Jakarta Timur. Foto: Adhfar/detikcom
Annes juga mengatakan dirinya sempat berteriak jika ada kebakaran. Warga sekitar letak kebakaran langsung keluar setelahnya.
"Langsung keluar kita. Langsung teriak, 'Kebakaran, kebakaran'. Langsung pada keluar semualah," ujarnya.
Annes mengatakan dirinya sekarang mengungsi ke tempat kerabatnya tinggal. Dia berambisi pemerintah dapat memberikan support kepada para korban terdampak.
"Harapannya sih sigap dapat support dari pemerintah dan juga langsung datang ke letak untuk memberikan bantuan-bantuan kepada warga-warga nan kena musibah seperti ini," tambahnya.
Sebelumnya, Petugas Piket Damkar Jaktim, Mardiyanto, mengatakan pihaknya meluncurkan 18 unit dengan personel berjumlah 90.
Menurut dia, area nan terdampak kebakaran luasnya lebih dari 400 meter persegi.
"Kita luncurkan 18 unit pendukung dengan jumlah personel 90 personel. Dan nan terbakar ini kontrakan dan kombinasi ya, lapak. Kurang lebih ini areanya 400 sampai dengan 600 meter (persegi)," jelas Mardiyanto di letak kejadian, Selasa (25/8/2026).
Mardiyanto mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Para korban sukses menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi.
"Alhamdulillah kondusif ya. Memang kita tetap siang jadi penjalaran (api) terlihat, jadi manusia bisa mengevakuasi menyelamatkan diri masing-masing," katanya.
Mardiyanto belum menjelaskan penyebab kebakaran belum diketahui. Pihaknya saat ini tetap berfokus melakukan pemadaman.
(dwr/dwr)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·