Arif (45), penduduk Sungai Jingah, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, harap-harap resah menunggu berita tiga personil keluarganya nan menjadi penumpang KM Virgo Transport 8.
Kapal tersebut dilaporkan lenyap kontak dan kemudian ditemukan dalam kondisi mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).
Arif mengaku hingga sekarang belum mendapat kepastian mengenai kondisi anak, ayah, dan kakaknya nan turut menjadi penumpang kapal tersebut.
“Saya mendengar ada 103 nan dievakuasi, tapi saya belum tahu apakah anak, ayah, dan kakak saya termasuk di situ. Saya sudah mencoba menanyakan ke petugas, tapi belum ada kejelasan,” ujar Arif.
Arif mengatakan, komunikasi terakhir dengan keluarganya terjadi saat mereka hendak berangkat dari Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (12/9).
Menurut Arif, ayahnya sempat menyampaikan bahwa kapal diperkirakan tiba dan bersandar di Banjarmasin sekitar pukul 10.00 WITA.
“Kata ayah saya mereka bakal sandar di Kota Banjarmasin sekitar jam 10 pagi. Namun, saya dapat berita tadi pagi, lenyap subuh, jika ada kapal nan tenggelam,” ujarnya.
Arif berambisi pihak berkuasa segera memberikan kepastian, termasuk daftar nama 103 orang nan telah dievakuasi dan identitas satu korban nan meninggal dunia.
“Saya berambisi ada kepastian siapa saja nan sudah dievakuasi, agar family bisa mengetahui kondisi mereka,” katanya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan family penumpang KM Virgo Transport 8 berkumpul di ruang tunggu dan posko nan telah disiapkan.
Mereka tetap menunggu info dari petugas sembari berambisi personil family nan berada di kapal tersebut dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·