Dokter Spesialis Mata, Subspesialis Mata Katarak dan Bedah Refraksi RS Pondok Indah, Amir Shidik, di aktivitas jumpa media di Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026).(Dok MI)
KATARAK merupakan kondisi berubahnya kejernihan lensa mata sehingga menyebabkan gangguan penglihatan nan menghalangi sinar masuk ke dalam mata. Umumnya, kondisi ini berkembang secara perlahan dan tidak terasa mengganggu, tetapi pada jenis tertentu, seperti katarak traumatik, perkembangannya dapat terjadi lebih cepat.
Seiring bertambahnya usia, katarak bakal semakin memburuk hingga mengganggu penglihatan dan berakibat pada kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Saat ini, prevalensi katarak mencapai sekitar 50% untuk rentang usia 52-64 tahun dan meningkat drastis hingga 70% pada usia 70 tahun.
Dalam aktivitas bincang media mengenai penyakit katarak di area Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Rabu (8/4), Dokter Spesialis Mata Subspesialis Mata Katarak dan Bedah Refraksi di RS Pondok Indah, Amir Shidik, membongkar fakta-fakta medis mengenai katarak, terutama pada langkah penyembuhannya melalui prosedur operasi katarak.
Gejala Katarak nan Harus Diwaspadai
Amir menjelaskan katarak terjadi secara perlahan dalam jangka waktu hitungan bulan hingga tahun. Hal tersebut nan menyebabkan beberapa pasien tidak menyadari bahwa dirinya terkena katarak dan hanya menganggap bahwa kualitas penglihatan menurun sebagai sesuatu perihal nan wajar.
Berikut adalah beberapa indikasi katarak nan kudu diwaspadai:
1. Pandangan berkabut alias berasap
Keluhan utama dari pasien katarak adalah pandangan nan berkabut. Umumnya, penglihatan pasien katarak bakal semakin buram di malam hari dan silau di siang hari. Gangguan pandangan ini bakal menimbulkan ketidaknyamanan hingga rasa sakit pada pasien.
2. Ukuran kacamata sering berubah
Ukuran kacamata nan sering berubah kudu diwaspadai andaikan terjadi kenaikan minus nan tinggi dalam rentang waktu nan berdekatan. Penambahan minus nan normal adalah tidak lebih dari satu dalam jangka waktu setahun.
3. Second sight
Kondisi ini merupakan perbaikan penglihatan jarak dekat, tetapi penglihatan jarak jauh justru semakin menurun. Gejala ini patut diwaspadai ketika berumur 40-50 tahun lantaran pada rentang usia tersebut umumnya bakal lebih memerlukan kacamata baca daripada kacamata minus.
4. Warna putih pada lensa mata
Gejala katarak umumnya tidak disertai dengan mata merah ataupun nyeri, tetapi langsung ditandai dengan munculnya warna putih di area lensa mata. Apabila telah muncul kondisi ini maka kondisi katarak sudah tergolong cukup parah.
Faktor Risiko Katarak
Katarak tidak mempunyai penyebab khusus. Kondisi medis ini bakal semakin berisiko pada faktor-faktor sebagai berikut:
- perseorangan usia lanjut
- terkena paparan ultraviolet secara berlebih
- mempunyai riwayat trauma mata, peradangan mata, dan operasi mata
- mengonsumsi obat-obatan steroid secara berlebih
- perseorangan pengidap glukosuria dan obesitas
- mengonsumsi unsur radikal bebas, seperti rokok dan alkohol
Selain itu, Amir juga menyebut bahwa dalam beberapa kasus, orang tua dengan kondisi katarak berpotensi menyebabkan kondisi nan sama pada keturunannya. Namun, Amir tetap menegaskan bahwa penyebab tersebut belum dapat dipastikan secara medis dan hingga saat ini penyebab pasti dari katarak belum ditemukan.
Operasi Katarak jadi Kunci Kesembuhan
Hingga saat ini, katarak hanya dapat disembuhkan dengan prosedur operasi katarak. Prosedur ini secara efektif bisa menghilangkan kekeruhan lensa apalagi meminimalisir gangguan penglihatan lainnya.
Dengan kemajuan teknologi, prosedur operasi katarak saat ini telah dilakukan dengan laser. Prosedur fakoemulsifikasi menjadi salah satu teknik operasi katarak dengan mesin modern untuk mengangkat lensa mata nan keruh melalui sayatan kecil.
Fakoemulsifikasi memungkinkan proses pemulihan nan jauh lebih sigap dibandingkan dengan operasi katarak manual. Umumnya, pemulihan operasi katarak memerlukan waktu kurang lebih satu bulan, tetapi pasien seringkali merasakan peningkatan penglihatan dalam beberapa hari saja.
Dalam proses pemulihan setelah operasi, pasien bakal diberikan obat tetes mata sesuai petunjuk master nan digunakan sebagai antibiotik dan anti peradangan. Selain itu, pasien juga diberikan obat pengontrol tekanan bola mata untuk mempercepat pemulihan dan penglihatan normal.
Selama pemulihan tersebut, pasien tidak boleh terkena air dalam jangka waktu tertentu. Pasien juga kudu menjaga kebersihan di sekitar kelopak mata dengan menggunakan kassa alias kapas lembap.
Apabila katarak tidak segera dioperasi maka penglihatan bakal semakin burma akibat kekeruhan lensa nan bakal berisiko mengganggu aktivitas, kecelakaan, hingga kebutaan total seiring waktu. (Asha Bening Rembulan/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·