
Cegah Krisis Identitas Bangsa, Museum Jadi Garda Pembentuk Karakter Generasi Muda (Foto: Okezone)
JAKARTA – Penguatan museum dan kebudayaan dinilai menjadi salah satu langkah krusial untuk menghadapi tantangan krisis identitas nan semakin dirasakan di kalangan generasi muda. Karena itu, pengembangan ekosistem permuseuman nasional perlu diperkuat, mulai dari regulasi, pendanaan, kelembagaan hingga keterlibatan masyarakat agar museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan sejarah, tetapi juga pusat pembentukan karakter bangsa.
Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana, menegaskan bahwa kebudayaan kudu menjadi fondasi utama pembangunan nasional sebagaimana telah diamanatkan dalam konstitusi. Menurutnya, semangat kebudayaan sudah tercermin dalam Pembukaan UUD 1945 dan dipertegas melalui Pasal 32 nan mengatur tanggungjawab negara dalam memajukan kebudayaan nasional.
“Esensi pembangunan bangsa kudu dibangun dari kebudayaan. Museum menjadi lembaga nan merumahkan, mengkaji, merawat, dan menyampaikan kekayaan peradaban itu kepada generasi berikutnya. Karena itu museum mempunyai posisi nan sangat strategis,” ujar Putu dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) berbareng Komisi X DPR RI.
Saat ini, Indonesia mempunyai 516 museum. Dari jumlah tersebut, sebanyak 373 museum telah terdaftar dan sekitar 289 museum telah mengikuti proses standardisasi serta evaluasi. Putu menilai kehadiran kembali Direktorat Sejarah dan Permuseuman setelah pembentukan Kementerian Kebudayaan pada 2024 menjadi momentum krusial untuk memperkuat pengelolaan museum di Tanah Air.
Meski demikian, dia mengingatkan bahwa sebagian besar museum di Indonesia dikelola oleh pihak swasta, yayasan, maupun perseorangan nan tetap menghadapi beragam kendala, terutama mengenai pembiayaan dan support fasilitas.
“Banyak tokoh dan masyarakat nan mendonasikan tenaga, pikiran, apalagi hartanya untuk membangun museum agar artefak dan karya budaya bangsa tidak seluruhnya keluar negeri dan tetap bisa dinikmati oleh anak bangsa. Museum dibangun bukan untuk profit, tetapi untuk faedah dan peradaban,” katanya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·