Cegah Joget-Joget, Lagu di Sidang Tahunan MPR 2026 Akan Disesuaikan

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Sekretariat Jenderal MPR-DPR-DPD RI sepakat menyesuaikan lagu, ritme, dan waktu pemutaran lagu pada saat rangkaian Sidang Tahunan MPR RI 2026.

Kepala Biro Protokol, Humas, dan Media Sekretariat Jenderal DPD RI Mahyu Darma menyatakan, penyesuaian dilakukan sebagai bagian dari pertimbangan terhadap penyelenggaraan sidang tahun lampau di mana ada tindakan personil majelis berjoget saat lagu diputar dan berujung polemik

"Kami sudah mengevaluasi, mungkin tidak kita lakukan (memutar lagu nan mengundang berjoget). Sebenarnya memang lantaran lagunya itu ya nan membawa," ujar Mahyu di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Meski demikian, Mahyu menyebut tidak berfaedah panitia menghilangkan lagu wilayah dari rangkaian agenda tahunan tersebut. 

"Hanya mungkin ritme dan tunenya nan kita sesuaikan. Terus posisinya itu di mana? Tidak di saat acara-acara resmi. Maka kita pilih lagu-lagu itu dimainkan di luar daripada rundown-nya. Nah, jadi pada saat, kita masukan para peserta, tamu, undangan, kepulangan bapak presiden. Tidak di dalam satu tubuh rundown tersebut. Tidak di dalam satu acara," kata Mahyu.

Menurut Mahyu, pihaknya terus melakukan pertimbangan agar sidang tahunan lebih baik ke depan.

"Insya Allah, pak, kami juga terus, selalu koreksi, dan korektif. Mudah-mudahan hasilnya nan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Mahyu.

Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan personil majelis pada Sidang Tahunan MPR tahun ini lebih khikmad, karena pihaknya sudah melakukan introspeksi diri.

"Insyaallah kelak pada hari H kami semua bakal tentu saja bakal lebih introspeksi, lebih khidmat, bakal lebih bisa menjaga diri kami untuk bisa lebih konsentrasi dalam mengikuti aktivitas kenegaraan tersebut," kata Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (12/9/2026).

Meski demikian, saat seremoni kemerdekaan, menurutnya tidak ada pembatasan bagi personil majelis untuk berekspresi dan bergembira.

"Namun ya tentu saja ada saat gimana mengekspresikan diri dalam mengekspresikan bahwa ini adalah hari kemerdekaan ya tentu saja boleh dong jika kemudian kami juga merasa ceria bahwa Indonesia alhamdulillah sudah merdeka 81 tahun," kata dia.

Menurut Puan, polemik para personil Dewan nan berjoget pada Sidang tahun lampau dan menuai demo terjadi lantaran spontan lantaran kegembiraan menyambut kemerdekaan.

"Hanya saat kemudian mendengarkan lagu di saat penyampaian pidatonya sudah selesai, ya itu lantaran spontan. Jadi tidak ada perihal nan kemudian membikin kami sepertinya tidak menghargai, tidak menghormati dalam aktivitas nan harusnya dilakukan secara khidmat alias resmi, lantaran memang aktivitas resminya sudah selesai," ujarnya.            

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita