Penutupan jalan ambles di Kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan(Dok. Dishub Pemprov DKI Jakarta)
PENGAMAT tata kota, Setiawan, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk segera mengambil langkah guna mengantisipasi sekaligus mencegah terulangnya kejadian jalan ambles. Setiawan merinci empat langkah mitigasi nan dinilai perlu segera dieksekusi oleh jejeran Pemprov DKI Jakarta demi menjaga keamanan infrastruktur Ibu Kota.
Ia menjelaskan langkah pertama nan kudu dilakukan adalah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap wilayah-wilayah rawan. Pemprov DKI Jakarta diminta mendeteksi titik-titik nan mempunyai risiko penurunan tanah tinggi.
"Petakan dulu semua potensi amblesan di Jakarta, khususnya di kawasan-kawasan dan jalan nan sibuk dan menjadi urat nadi utama kota," ujar Setiawan ketika dihubungi, Rabu (3/6).
Setelah proses pemetaan selesai, langkah kedua adalah menyusun arsip rencana penanggulangan nan jelas. Setiawan menekankan pentingnya bagi Pemprov DKI Jakarta untuk membikin rencana mitigasi nan komprehensif dan terukur untuk semua titik potensial amblesan tersebut.
Langkah ketiga berangkaian dengan kecepatan respons darurat ketika kejadian jalan ambles telanjur terjadi di lapangan. Dinas mengenai diminta menyediakan teknologi taktis agar mobilitas masyarakat tidak lumpuh total.
"Siapkan struktur temporer untuk penutup amblesan nan terjadi, agar jalan segera berfaedah sementara," urai Setiawan.
Terakhir, kata Setiawan, langkah nan tidak kalah krusial adalah manajemen rekayasa lampau lintas. Setiawan meminta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bekerja-sama dengan pihak kepolisian untuk mematangkan skenario jalur pemindahan dan pengalihan arus kendaraan sejak dini.
Pemprov DKI Jakarta diharapkan segera melakukan simulasi pada jalan-jalan pengganti guna memastikan kesiapan sistem transportasi saat terjadi keadaan darurat di jalur utama. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·