Cegah Bayi Bibir Sumbing, Ibu Hamil Diimbau Rutin Konsumsi Vitamin

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Cegah Bayi Bibir Sumbing, Ibu Hamil Diimbau Rutin Konsumsi Vitamin Ibu mengandung rutin konsumsi vitamin dan masam folat guna mencegah akibat bayi lahir dengan bibir sumbing.(Dok. Magnific)

DIREKTUR RSUD Tebet Jakarta Selatan, Juliette Pieter, mengimbau para ibu hamil untuk rutin mengonsumsi vitamin dan menjaga kondisi bentuk guna mencegah akibat bayi terlahir dengan bibir sumbing. Langkah pencegahan ini dinilai krusial mengingat kasus bibir sumbing di Indonesia mencapai ribuan setiap tahunnya.

Juliette menjelaskan bahwa bibir sumbing tidak hanya disebabkan oleh aspek keturunan, melainkan sering kali dipicu oleh proses pembentukan embrio nan tidak sempurna. Kekurangan unsur gizi tertentu selama masa kehamilan menjadi salah satu aspek akibat utama nan kudu diwaspadai.

"Bibir sumbing bukan lantaran aspek keturunan semata, tetapi terjadi lantaran proses pembentukan embrio nan tidak menyatu dengan sempurna. Bisa juga lantaran ibu mengalami kekurangan unsur tertentu selama kehamilan," ujar Juliette di Jakarta, Rabu (3/6).

Pentingnya Asam Folat dan Pemeriksaan Rutin

Sebagai langkah preventif, ibu mengandung disarankan untuk giat memeriksakan kandungan ke akomodasi kesehatan seperti Posyandu alias Puskesmas. Melalui pemeriksaan rutin, ibu mengandung bisa mendapatkan suplemen krusial seperti masam folat dan tablet penambah darah secara teratur.

Selain nutrisi, Juliette juga menekankan pentingnya menjaga stamina agar ibu mengandung tidak mengalami kelelahan berlebih. Upaya pencegahan sejak awal sangat krusial lantaran kondisi bibir sumbing dapat berakibat panjang pada keahlian makan, berbicara, hingga kondisi psikososial anak di masa depan.

Berdasarkan info Kementerian Kesehatan, penderita kasus bibir sumbing dan celah langit-langit di Indonesia mencapai 7.500 kasus per tahun.

Dukungan Melalui Program Operasi Gratis

Di sisi lain, keberadaan program operasi cuma-cuma menjadi angan baru bagi family pasien. Mimi, salah satu orang tua pasien, menceritakan pengalamannya saat sang anak, Faris (13 bulan), menjalani operasi tahap kedua. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program support nan mempercepat proses penanganan medis.

"Kalau melalui program ini, setelah screening dan dinyatakan lolos bisa langsung operasi. Jadi lebih cepat," kata Mimi. Ia berambisi program serupa terus diperbanyak agar lebih banyak anak mendapatkan kesempatan untuk mempunyai kualitas hidup nan lebih baik.

Kondisi bibir sumbing sendiri sebenarnya sudah dapat dideteksi sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG), seperti nan dialami Mimi saat usia kandungannya memasuki 24 minggu. Deteksi awal dan penanganan nan tepat diharapkan dapat meminimalisasi akibat kesehatan pada anak. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia