Cegah Bansos Salah Sasaran, Pemerintah Perkuat Digitalisasi Data

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Sementara itu, Kepala BPS Amalia menjelaskan digitalisasi bukan sekadar transformasi teknologi, tetapi perangkat bantu untuk mempercepat pemutakhiran DTSEN agar lebih jeli dan tepat sasaran.

"Esensinya adalah digitalisasi ini sebagai perangkat bantu untuk memuluskan dan memutahirkan dengan lebih sigap dan akurat," kata Amalia.

BPS, lanjutnya, tengah menyiapkan penyempurnaan pengukuran kesalahan penyaluran bansos melalui hasil Sensus Ekonomi 2026. Dari sensus tersebut, BPS bakal menghitung desil masyarakat secara lebih jeli dan membandingkannya dengan realisasi penyaluran bansos Kemensos.

Selain itu, BPS juga bakal memperkuat model pemeringkatan berbasis variabel hasil Sensus Ekonomi 2026 melalui penyempurnaan variabel dan pemanfaatan big data. Teknologi geotagging, gambaran satelit, hingga foto kondisi rumah bakal digunakan untuk pengolahan model Proxy Means Test (PMT).

"Kami bakal memanfaatkan big data, dengan men-overlay geotagging dengan gambaran satelit, plus foto kondisi rumah (dengan) metode scoring masuk ke dalam model PMT," jelas Amalia.

Dalam kesempatan nan sama, Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Arief Anshory Yusuf menekankan pentingnya transparansi dan pendekatan ilmiah dalam penyempurnaan model PMT.

"Kalau kita mau mengurangi uncertainty information, ada dua cara. Pertama memastikan model PMT terakurat dan tersederhana. Caranya bagaimana? Kita kudu segera corak tim alias panel mahir pemodelan PMT nan mewakili kepakaran nasional agar diselesaikan secara lebih scientific. Ada keterbukaan, transparency dan peer review process," kata Arief.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita